Sebuah video yang viral di media sosial memicu kemarahan luas setelah menampilkan tindakan brutal pasukan Israel terhadap seorang warga Palestina penyandang disabilitas di Al-Mughayyir, Tepi Barat.
Korban, Nadi Abu Aliya, mengalami atrofi otot dan keterbelakangan mental. Saudaranya, Muhammad Abu Aliya, menceritakan kepada Al-Jazeera Mubasher bahwa Nadi diserang saat keluar berjalan-jalan seperti biasa, bertepatan dengan operasi militer pasukan Israel di desa mereka.
“Ini adalah okupasi, mereka tidak membedakan antara anak-anak, dewasa, yang sehat maupun yang difabel,” ujar Muhammad. Akibat serangan itu, Nadi trauma dan belum berani meninggalkan rumah.
Amin Abu Aliya, kepala dewan desa Al-Mughayyir, menegaskan bahwa kekerasan ini mencerminkan hilangnya moralitas pasukan Israel, yang tanpa ragu menyerang perempuan dan warga berkebutuhan khusus di hadapan publik.
Kejadian ini terjadi beberapa hari setelah seorang remaja Palestina, Muhammad Naasan (13), syahid ditembak pasukan Israel saat keluar dari masjid di desa yang sama. Tentara Israel juga melepaskan peluru tajam, gas air mata, dan granat suara, sementara pemukim bersenjata menembaki warga dan jurnalis di wilayah selatan desa.
Sejak beberapa hari terakhir, pasukan Israel terus melancarkan operasi militer di berbagai kota dan desa di Tepi Barat, termasuk penyerbuan, penangkapan, dan penggeledahan puluhan rumah warga.
Sumber: Al-Jazeera Mubasher










