AL-QUDS — Sebanyak 19 aksi perlawanan tercatat di Tepi Barat dan Al-Quds yang diduduki dalam kurun 48 jam. Tiga di antaranya merupakan aksi warga Palestina untuk menghadapi serangan pemukim Israel di wilayah Ramallah dan Al-Bireh.
Pusat Informasi Palestina, Ma’ta, mencatat 16 insiden lainnya berupa bentrokan dan pelemparan batu. Laporan tersebut juga mencakup aksi warga yang berupaya menghentikan serangan pemukim terhadap penduduk serta harta benda mereka di Desa Al-Mughayyir, Abu Falah, dan Kota Turmus Ayya.
Di Provinsi Ramallah dan Al-Bireh, bentrokan dengan pasukan penjajah Israel terjadi di Kota Deir Ammar dan Desa Nabi Saleh. Sementara itu, di Al-Quds, bentrokan disertai pelemparan batu dilaporkan terjadi di Kamp Pengungsi Shuafat dan kawasan Silwan.
Insiden serupa juga meluas ke sejumlah wilayah lain. Di Provinsi Nablus, bentrokan terjadi di Aqraba, Yasid, dan Beit Furik. Di Provinsi Tubas, insiden tercatat di Kota Tubas dan Aqqaba.
Bentrokan juga dilaporkan di Nahalin dan Desa Battir, Provinsi Bethlehem, serta di Kota Tulkarem dan Kamp Pengungsi Al-Arroub, di utara Hebron.
Serangan pemukim meningkat saat musim zaitun
Rangkaian bentrokan tersebut berlangsung di tengah berlanjutnya serangan pemukim Israel terhadap warga Palestina selama musim panen zaitun.
Pada 18 Oktober, organisasi hak asasi manusia Israel, Yesh Din, menyatakan telah mendokumentasikan sedikitnya 170 serangan pemukim sejak 27 September. Serangan itu menyasar warga Palestina, termasuk jurnalis, aktivis, dan pengamat asing.
Data tersebut memperlihatkan bahwa ancaman terhadap warga Palestina tidak hanya datang dari bentrokan dengan pasukan Israel. Serangan pemukim terhadap penduduk dan harta benda mereka juga terus terjadi, bahkan ketika warga tengah menjalani musim panen zaitun.
Sumber: Palinfo










