GAZA- Sedikitnya tujuh warga Palestina, termasuk dua anak dan seorang perempuan, syahid akibat serangan pasukan penjajah Israel di Jalur Gaza pada Selasa (20/10). Serangan tersebut juga disertai penghancuran sejumlah bangunan di Khan Younis, Gaza selatan, di tengah berlanjutnya pelanggaran terhadap kesepakatan gencatan senjata.
Sumber-sumber rumah sakit di Gaza melaporkan, salah satu serangan menyasar sebuah apartemen di sekitar Kompleks Medis Al-Shifa, Gaza barat. Serangan itu menyebabkan sepasang suami istri syahid dan empat orang lainnya terluka.
Menurut sumber setempat, sebuah helikopter Apache milik Israel menembakkan rudal ke sebuah rumah di dekat kompleks medis tersebut. Ledakan memicu kebakaran di apartemen yang menjadi sasaran. Dua korban yang syahid diidentifikasi sebagai Akram Yasin dan istrinya, Dina Abu Bakar.
Tim pertahanan sipil segera dikerahkan untuk memadamkan api dan menangani dampak serangan.
Di wilayah lain Kota Gaza, seorang warga Palestina syahid akibat serangan Israel di kawasan Zeitoun, sebelah tenggara kota. Informasi tersebut disampaikan sumber medis di Kompleks Medis Al-Shifa.
Serangan juga menelan korban jiwa di Gaza tengah. Sumber dari Rumah Sakit Al-Awda melaporkan seorang remaja Palestina syahid akibat tembakan pasukan penjajah Israel di sebelah utara Kamp Pengungsi Nuseirat.
Sementara itu, Rumah Sakit Syuhada Al-Aqsa melaporkan satu orang syahid dan sejumlah warga lainnya terluka dalam serangan udara lain di kamp pengungsi yang sama.
Di Gaza utara, seorang warga Palestina juga syahid akibat pengeboman di Kamp Pengungsi Jabalia, menurut laporan Kompleks Medis Al-Shifa.
Selain serangan udara, pasukan Israel menggempur kawasan timur Kota Gaza dengan artileri, terutama di lingkungan Tuffah. Kendaraan militer Israel juga melepaskan tembakan secara intensif di kawasan tersebut.
Bangunan di Khan Younis Dihancurkan
Di Gaza selatan, seorang perempuan terluka akibat tembakan pasukan penjajah Israel di kawasan Al-Iqlimi, selatan Khan Younis.
Kompleks Medis Nasser juga melaporkan seorang warga Palestina terluka akibat tembakan pasukan Israel di luar wilayah yang berada di bawah kendali mereka, di kawasan Al-Mawasi, Khan Younis.
Pada saat yang sama, militer Israel melakukan dua operasi penghancuran besar terhadap bangunan di wilayah timur dan selatan Khan Younis.
Rangkaian serangan ini berlangsung ketika Israel terus melanggar kesepakatan gencatan senjata. Pelanggaran tersebut mencakup penembakan artileri, serangan terhadap rumah-rumah warga, serta penargetan tenda-tenda pengungsi di berbagai wilayah Jalur Gaza.
Serangan yang terus berulang membuat warga sipil tetap menghadapi ancaman, meskipun kesepakatan penghentian pertempuran telah diberlakukan.
Korban Perang Terus Bertambah
Berdasarkan data sumber-sumber medis, jumlah warga Palestina yang syahid akibat perang genosida yang dilancarkan Israel di Jalur Gaza sejak Oktober 2023 telah mencapai 74.484 orang, sedangkan 175.545 orang lainnya terluka.
Korban jiwa juga terus bertambah sejak gencatan senjata mulai berlaku pada 10 Oktober lalu. Menurut sumber yang sama, sebanyak 1.526 warga Palestina syahid dan 5.427 lainnya terluka sejak kesepakatan tersebut dimulai.
Adapun jumlah jenazah yang berhasil ditemukan dan dievakuasi dari berbagai lokasi mencapai 839.
Data tersebut menunjukkan bahwa gencatan senjata belum sepenuhnya menghentikan jatuhnya korban di Gaza. Di tengah serangan yang masih berlangsung, warga Palestina tetap menghadapi ancaman terhadap keselamatan, tempat tinggal, dan kehidupan sehari-hari mereka.
* Sumber: Al Jazeera dan media Palestina. *










