JAKARTA — Aktor asal Amerika Serikat, Mark Ruffalo, melancarkan kritik tajam terhadap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Ruffalo menyebut Netanyahu sebagai “pembunuh gila” menyusul sikap sang PM yang menyambut baik pencopotan Jaksa Agung Mahkamah Pidana Internasional (ICC), Karim Khan.
Melalui unggahan di akun X miliknya, Ruffalo (59) menegaskan bahwa pemecatan Jaksa Agung ICC tidak akan pernah menghapus dugaan kejahatan perang yang dilakukan Israel di Jalur Gaza.
“Anda tidak akan lolos dari keadilan, dan Anda tidak akan bisa mengubah sejarah. Anda adalah pembunuh gila, Benjamin Netanyahu, dan begitulah sejarah akan selalu mengingat Anda,” tulis Ruffalo.
Majelis Negara-Negara Pihak pada Statuta Roma secara resmi membebastugaskan Karim Khan dari jabatannya menyusul penyelidikan atas dugaan pelecehan seksual.
Menurut sumber diplomatik kepada kantor berita Anadolu, pemungutan suara rahasia digelar dalam sesi khusus di Markas Besar PBB, New York, untuk menentukan pencopotan Khan. Sebanyak 82 dari 125 negara anggota ICC memilih setuju, 13 menolak, dan 15 menyatakan abstain.
Berdasarkan Statuta Roma, pencopotan membutuhkan mayoritas mutlak setidaknya 63 suara. Hasil ini menjadikan Karim Khan sebagai Jaksa Agung ICC pertama yang dicopot sejak lembaga tersebut didirikan pada 2002.
Pencopotan Khan terjadi di tengah meningkatnya tekanan politik dari AS dan Israel terhadap ICC. Lembaga tersebut sebelumnya menerbitkan surat perintah penangkapan untuk Benjamin Netanyahu dan mantan Menteri Pertahanan Yoav Gallant atas dugaan kejahatan perang terhadap warga Palestina di Gaza.
Pasca-penerbitan surat tersebut pada November 2024, Washington melayangkan sanksi terhadap Khan serta sejumlah hakim dan pejabat ICC.
Meskipun AS dan Israel bukan anggota ICC, Palestina telah bergabung dalam Statuta Roma sejak 2015. Hal ini memberikan kewenangan hukum bagi ICC untuk menyelidiki kejahatan yang terjadi di wilayah Palestina, tanpa memandang kewarganegaraan para pelaku.
Aktor Pendukung Gaza
Aksi vokal Ruffalo ini menambah panjang rekam jejak keterlibatannya dalam isu kemanusiaan di Palestina. Pada Oktober 2023, ia bersama lebih dari 50 tokoh Hollywood menandatangani surat terbuka Artists4Ceasefire yang mendesak Presiden AS Joe Biden untuk segera menyerukan gencatan senjata di Gaza.
Pada bulan berikutnya, Ruffalo mengecam pernyataan Netanyahu yang menganggap korban jiwa sipil sebagai “kerusakan sampingan” (collateral damage). Ia menegaskan bahwa nyawa manusia tidak boleh diperlakukan sekadar angka statistik.
Langkah tersebut berlanjut pada gelaran Piala Oscar Maret 2024, di mana Ruffalo mengenakan pin gencatan senjata dan memanfaatkannya sebagai panggung protes terhadap perang. Ia juga aktif menyerukan embargo ekspor senjata AS bekerja sama dengan organisasi seperti Oxfam America, menegaskan bahwa bantuan militer AS tidak boleh berkontribusi pada pelanggaran hak asasi manusia.
Selain isu Gaza, aktor pemeran Hulk ini dikenal aktif mengadvokasi isu perubahan iklim dan keadilan rasial, serta menginisiasi The Solutions Project yang berfokus pada pengembangan energi bersih.










