Gaza — Gerakan Perlawanan Islam (Hamas) mengecam keras aksi penyerangan brutal yang dilancarkan unit-unit penindas sipir penjara Israel terhadap para tahanan Palestina di Penjara Janot. Hamas menegaskan, kejahatan yang memicu luka-luka di kalangan tahanan tersebut sekali lagi menelanjangi watak sadis dan cengkeraman mentalitas kriminal pemerintah pendudukan.

Tokoh senior Hamas, Mahmoud Mardawi, menyatakan bahwa praktik penindasan, penganiayaan, serta perampasan hak-hak mendasar yang terus menimpa para tahanan Palestina merupakan sinyal bahaya yang menuntut lahirnya konsolidasi nasional.

Dia menyerukan perlunya sikap bersama dari seluruh elemen rakyat dan kekuatan politik untuk membentengi para tahanan.

Mardawi menegaskan, gelombang aksi represif di dalam sel-sel tahanan tidak akan pernah sanggup mematahkan tekad perjuangan mereka. Pemerintah pendudukan Israel memang berupaya mengikis keteguhan para tahanan lewat aksi penganiayaan dan intimidasi fisik, tetapi para tahanan akan tetap menjadi simbol keberanian, kebanggaan, serta representasi dari ketangguhan rakyat Palestina dalam menolak penjajahan.

Ia melimpahkan tanggung jawab penuh atas keselamatan dan jiwa para tahanan kepada pihak pengelola penjara Israel, seraya mengimbau seluruh lapisan masyarakat Palestina untuk bersatu di belakang perjuangan tahanan hingga hak kemerdekaan mereka terwujud.

Dua tahanan Palestina dilaporkan menderita luka-luka pada Kamis setelah unit penindas sipir penjara Israel—yang dikenal dengan nama Metzada dan Yamaz, menggerebek secara mendadak sejumlah bangsal di Penjara Janot.

Komisi Urusan Tahanan dan Mantan Tahanan Palestina mengonfirmasi bahwa unit-unit khusus tersebut mengamuk di dalam area penjara dengan melepaskan tembakan granat kejut (flashbang) serta peluru karet, yang berujung pada cederanya dua orang tahanan.

Pihak komisi menambahkan bahwa situasi di dalam penjara hingga kini masih diselimuti ketegangan tinggi seiring berlanjutnya aksi penggerebekan dan tindakan represif aparat terhadap para penghuni sel.

Insiden berdarah ini menambah panjang daftar ekskalasi kejahatan terhadap tahanan Palestina di dalam penjara-penjara Israel sejak meletusnya perang di Jalur Gaza. Berbagai lembaga pemerhati tahanan dan organisasi hak asasi manusia terus mendokumentasikan praktik penyiksaan sistematis, penganiayaan fisik, kelaparan yang disengaja, pembiaran medis, hingga kondisi penahanan yang sangat tidak manusiawi.

Laporan terbaru dari Komisi Urusan Tahanan bersama Perhimpunan Tahanan Palestina (yang dihimpun melalui kunjungan langsung para pengacara) mengungkap penggunaan sengatan listrik, tembakan peluru karet, dan penyiksaan fisik secara masif.

Kondisi ini diperparah oleh memburuknya kualitas kesehatan dan merebaknya wabah penyakit di berbagai ruang tahanan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here