TEPI BARAT — Pelanggaran militer Israel dan pemukim ilegal di Tepi Barat kembali meningkat pada Selasa. Israel menerbitkan sejumlah perintah militer untuk mengambil alih lahan Palestina demi pembangunan jalur permukiman, sementara penggusuran, penghancuran bangunan, penangkapan, dan serangan pemukim berlangsung di berbagai wilayah.

Komisi Perlawanan terhadap Tembok dan Permukiman Palestina mengungkapkan, otoritas Israel menerbitkan perintah militer bernomor “T/48/26” untuk mengambil alih sekitar 26,5 dunam atau 2,65 hektare tanah di wilayah Deir Nizam, Umm Safa, dan Attara, barat laut Ramallah.

Lahan tersebut akan digunakan untuk membangun jalur yang oleh Israel disebut “Koridor Darurat Atirət–Naveh Tzuf”. Pengambilalihan tanah itu berlaku hingga akhir 2028.

Israel juga menerbitkan dua perintah militer lainnya yang berlaku sampai akhir 2028 untuk mengambil alih 11,205 dunam atau sekitar 1,12 hektare lahan di Qabatiya dan Deir Abu Daif, Provinsi Jenin.

Lahan tersebut akan digunakan untuk membangun dua jalur keamanan di sekitar permukiman ilegal Ganem dan Kadim. Kedua permukiman itu kembali ditempati Israel pada Agustus lalu, setelah sebelumnya dikosongkan pada 2005.

Penggusuran dan Penangkapan Meluas

Di lapangan, pasukan Israel mulai menghancurkan lima toko di kawasan Haska, Kota Halhul, utara Hebron. Pasukan militer juga menyerbu Dura dan menangkap 21 warga Palestina, termasuk koresponden Al Jazeera, Muntasir Nassar. Mereka kemudian dibebaskan.

Di Desa al-Burj, selatan Hebron, keluarga Abdul Jalil al-Talahmeh yang terdiri atas 15 orang dipaksa meninggalkan rumah mereka. Bangunan itu kemudian dialihfungsikan menjadi barak militer.

Sementara itu, penduduk tiga rumah di al-Eizariya, timur Al-Quds, menerima pemberitahuan untuk segera mengosongkan bangunan menjelang rencana penghancuran.

Di kawasan Ras al-Ahmar, tenggara Tubas, lima keluarga juga dipaksa meninggalkan tempat tinggal mereka untuk sementara dengan alasan pelaksanaan latihan militer.

Serangan pemukim ilegal turut terjadi di sejumlah wilayah. Seorang warga berusia 60 tahun mengalami luka memar setelah dipukuli secara brutal oleh pemukim di Burqa. Di Desa Majdal Bani Fadil, selatan Nablus, dua kendaraan dibakar.

Dua warga Palestina lainnya mengalami luka memar dalam serangan di dekat Bethlehem. Pasukan Israel juga menangkap seorang pemuda dari Kafr Dan, Provinsi Jenin.

Di Al-Quds, pasukan Israel menyerbu Hizma, timur laut kota, menutup pintu masuk wilayah tersebut dan sejumlah toko, serta menembakkan granat kejut ke arah warga.

Pasukan Israel juga melakukan penyerbuan di sejumlah kota di Tulkarem, menghancurkan sebuah monumen, dan mencabut pohon-pohon zaitun di Lubban al-Sharqiya.

3.133 Pelanggaran dalam Sebulan

Komisi Perlawanan terhadap Tembok dan Permukiman Palestina mencatat, selama Oktober lalu, militer Israel dan pemukim ilegal melakukan 3.133 pelanggaran di Tepi Barat.

Dari jumlah tersebut, 1.369 pelanggaran dilakukan pemukim ilegal. Angka itu meningkat 111,6 persen dibandingkan September.

Sejak Oktober 2023, jumlah korban akibat serangan dan operasi Israel di Tepi Barat telah mencapai lebih dari 1.220 warga Palestina syahid, sekitar 13.350 orang terluka, dan lebih dari 26 ribu lainnya ditangkap.

Penerbitan perintah pengambilalihan tanah, penggusuran penduduk, serta serangan pemukim berlangsung bersamaan dengan perluasan jalur permukiman ilegal. Rangkaian tindakan tersebut semakin mempersempit ruang hidup warga Palestina di Tepi Barat.

Sumber: Al Jazeera dan berbagai kantor berita

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here