Artileri Israel kembali menggempur sejumlah wilayah di Jalur Gaza, Selasa (6/1/2026) waktu setempat, dengan sasaran utama kawasan timur Kota Gaza dan Khan Younis. Serangan ini disertai tembakan senjata berat dari kendaraan militer serta aksi peledakan bangunan-bangunan permukiman warga.

Di Kota Gaza, serangan artileri menghantam kawasan timur, terutama lingkungan Al-Tuffah. Sementara di selatan, artileri Israel menargetkan wilayah timur Khan Younis yang berada di bawah kendali pasukan pendudukan. Hingga laporan ini disusun, belum ada informasi resmi mengenai korban luka akibat serangan tersebut.

Pada waktu yang hampir bersamaan, tank dan kendaraan lapis baja Israel melepaskan tembakan senapan mesin ke arah wilayah timur Khan Younis (selatan), serta kawasan Gaza dan Jabalia (utara).

Tak hanya dari darat, kapal perang Israel juga dilaporkan menembaki pesisir Kota Gaza, meski belum ada laporan korban.
Selain tembakan artileri dan senjata otomatis, militer Israel melakukan serangkaian aksi peledakan terencana terhadap bangunan dan fasilitas sipil di wilayah utara dan selatan Gaza.

Operasi penghancuran ini menyasar kawasan timur Jabalia, wilayah yang saat ini berada dalam kendali penuh pasukan Israel.

Dentuman ledakan terdengar luas di berbagai penjuru Gaza utara, disertai kepulan asap tebal yang terlihat membumbung dari lokasi-lokasi peledakan.

Situasi serupa juga terjadi di selatan Gaza, khususnya di wilayah timur Khan Younis, tempat pasukan Israel meledakkan bangunan dan menembaki rumah-rumah warga dari kendaraan militernya.

Belum diketahui secara pasti apakah rangkaian ledakan dan tembakan tersebut menimbulkan korban di kalangan warga Palestina.

Namun, sebelumnya pada hari yang sama, seorang anak Palestina dilaporkan Syahid akibat serangan Israel di wilayah timur Khan Younis, daerah yang seharusnya telah ditinggalkan pasukan Israel berdasarkan kesepakatan gencatan senjata.

Serangan terbaru ini menambah daftar panjang pelanggaran yang dilakukan Israel terhadap kesepakatan gencatan senjata yang mulai berlaku sejak 10 Oktober 2025. Hingga kini, pelanggaran tersebut terus terjadi hampir setiap hari, di tengah kondisi kemanusiaan Gaza yang kian rapuh.

Sumber: Anadolu Agency

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here