Serangan udara Israel kembali menghantam kawasan permukiman di Jalur Gaza. Sebuah rumah di lingkungan Al-Tuffah, timur laut Kota Gaza, menjadi sasaran serangan pada Rabu (7/1/2026), menyebabkan sejumlah warga Palestina terluka, sebagian di antaranya dalam kondisi kritis.

Sumber dari layanan ambulans dan gawat darurat Gaza mengonfirmasi adanya korban luka akibat serangan tersebut. Koresponden Al Jazeera melaporkan, serangan udara menghantam sebuah rumah di Jalan Yafa, wilayah yang berada di luar area penempatan pasukan Israel di bagian timur Gaza.

Sumber medis di Rumah Sakit Al-Ma’madani menyebutkan bahwa beberapa korban mengalami luka serius dan kini menjalani perawatan intensif.

Sementara itu, Anadolu Agency melaporkan dua warga Palestina syahid dan tiga lainnya terluka akibat serangan udara Israel yang menargetkan rumah tersebut.

Di sisi lain, militer Israel mengklaim serangan itu ditujukan kepada seorang pimpinan senior Hamas di Gaza utara. Dalam pernyataan resminya, militer Israel menyebut target tersebut tengah merencanakan serangan terhadap pasukan mereka.

Militer Israel juga mengklaim bahwa kelompok bersenjata Hamas sebelumnya melepaskan tembakan ke arah area tempat pasukan Israel ditempatkan di Gaza utara, dan menyebut tindakan itu sebagai “pelanggaran serius” terhadap kesepakatan gencatan senjata.

Radio militer Israel menyebutkan bahwa sosok yang menjadi target serangan adalah seorang komandan batalion Brigade Izzuddin Al-Qassam, sayap militer Hamas.

Serangan ini menambah daftar pelanggaran Israel terhadap kesepakatan gencatan senjata yang mulai berlaku sejak 10 Oktober lalu. Berdasarkan data terbaru Kementerian Kesehatan Gaza, rangkaian pelanggaran tersebut telah menyebabkan 424 warga Palestina syahid dan 1.199 lainnya terluka.

Sejak 8 Oktober 2023, Israel melancarkan perang pemusnahan di Jalur Gaza yang berlangsung selama hampir dua tahun. Agresi tersebut telah merenggut lebih dari 71 ribu nyawa warga Palestina dan melukai sedikitnya 171 ribu orang, disertai kehancuran sekitar 90 persen infrastruktur sipil.

Perserikatan Bangsa-Bangsa memperkirakan biaya rekonstruksi Gaza akibat kehancuran masif tersebut mencapai 70 miliar dolar AS, di tengah situasi kemanusiaan yang masih memburuk dan akses bantuan yang terus dibatasi.

Sumber: Al Jazeera, Anadolu Agency

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here