GAZA — Gelombang serangan udara bertubi-tubi yang dilancarkan militer Israel sejak Rabu malam hingga Kamis dini hari memicu pertumpahan darah di sejumlah wilayah selatan, tengah, hingga utara Gaza.

Laporan dari sumber medis setempat mengonfirmasi tiga warga Palestina syahid (dua di antaranya anak-anak) sementara puluhan lainnya mengalami luka-luka akibat gempuran tanpa henti tersebut.

Jurnalis Al Jazeera di Gaza, Nur Khalid, menggambarkan situasi semalam sebagai “malam berdarah” yang memaksa warga sipil kembali melaluinya dalam ketakutan hebat.

Duka mendalam salah satunya pecah di kawasan selatan, tepatnya di wilayah Al-Mawasi, sebelah barat Khan Yunis. Jet tempur Israel menyasar sebuah tenda pengungsian yang dihuni keluarga sipil.

Sumber medis dari Rumah Sakit Nasser melaporkan dua orang tewas di tempat, salah satunya seorang bocah perempuan berusia 8 tahun. Tiga pengungsi lainnya menderita luka-luka, di mana satu orang berada dalam kondisi kritis.

Gempuran di Al-Mawasi ini tak sekadar merenggut nyawa, tetapi juga menghancurkan deretan tenda di sekitarnya. Puluhan keluarga pengungsi kini terlunta-lunta kehilangan tempat bernaung.

Padahal, Al-Mawasi merupakan kawasan yang berjejal padat oleh ratusan ribu warga yang menggantungkan nasibnya setelah terus-menerus diusir dari rumah mereka.

Tragedi serupa menerpa wilayah tengah Gaza. Di Kamp Al-Bureij, serangan udara mendadak tanpa peringatan awal meratakannya sebuah apartemen milik keluarga Naufal.

Pihak Rumah Sakit Syuhada Al-Aqsa mengonfirmasi bayi berusia 1,5 tahun bernama Zaid Muhammad Naufal gugur dalam peristiwa itu, sementara beberapa anggota keluarga lainnya menderita luka-luka.

Tak lama berselang, gempuran udara kedua menyasar unit apartemen lain di kamp yang sama usai penghuninya berhamburan menyelamatkan diri.

Kepanikan tak kalah hebat menerjang Kota Gaza di utara. Pesawat tempur Israel memborbardir pemukiman warga, termasuk satu apartemen di Lingkungan An-Nasr, dekat Sekolah Al-Ma’muniyah.

Data dari Kompleks Medis Al-Syifa mencatat setidaknya 13 warga terluka, yang mana 8 di antaranya merupakan anak-anak. Kerusakan parah juga melanda tenda-tenda pengungsi dan fasilitas umum di sekitar titik ledakan.

Di saat bersamaan, hantaman bom turut menghancurkan sebuah unit hunian di Kamp Asy-Syathi, bagian barat Kota Gaza. Rentetan ledakan ini kembali memicu gelombang pengungsian baru, memaksa warga yang bertahan untuk bergerak mencari perlindungan yang kian hari kian mustahil ditemukan di Gaza.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here