JAKARTA — Penolakan terhadap konser Andrea Bocelli di Indonesia terus bergulir. Ratusan massa menggelar demonstrasi dan konvoi dari kawasan Tebet hingga Silang Monas, Jakarta, untuk menuntut pembatalan konser penyanyi tenor asal Italia tersebut. Mereka juga menyerukan boikot terhadap penyelenggara dan sponsor yang terlibat.

Massa membentangkan bendera Palestina berukuran raksasa dan membawa poster penolakan sepanjang aksi. Sejumlah tokoh turut hadir, antara lain Pembina Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) Bachtiar Nasir (UBN), M. Husein Gaza, dan Kang Handy Bonny.

UBN menilai klaim kemanusiaan yang disampaikan penyelenggara konser tidak sebanding dengan sikap mereka terhadap penderitaan rakyat Palestina. Menurut dia, narasi kemanusiaan yang dibangun berpotensi menyesatkan publik jika tidak disertai keberpihakan nyata kepada korban perang di Gaza.

UBN secara khusus menyoroti sikap Andrea Bocelli yang, menurut dia, belum pernah menyatakan dukungan terhadap kemerdekaan Palestina maupun rakyat Gaza.

“Menyerukan penolakan, boikot terhadap konser yang dilaksanakan oleh Bocelli. Karena sampai hari ini, kami tidak mendengarkan satu patah kata pun bahwa dia berpihak pada kemerdekaan Palestina, tidak ada keberpihakan kepada rakyat Gaza,” kata UBN saat ditemui di kawasan Monas, Selasa, 3 November.

Ia juga mengkritik program donasi 100 ribu pasang sepatu untuk anak-anak terdampak konflik yang digagas penyelenggara, Shoemaker Live. UBN menilai program tersebut tidak cukup untuk menjawab tuntutan solidaritas terhadap rakyat Palestina yang mengalami penderitaan dan pertumpahan darah.

“Mana pernyataan mereka buat anak-anak Gaza? Mana pernyataan mereka buat anak-anak Palestina? Mana pernyataan mereka untuk kemerdekaan? Ini yang kami tuntut,” ujarnya.

Boikot Sponsor dan Dukungan MUI

UBN mengajak masyarakat tidak hanya menolak konser, tetapi juga memboikot pihak-pihak yang mendukung penyelenggaraannya. Seruan itu mencakup sponsor serta produk-produk yang berkaitan dengan perusahaan pendukung acara.

Ia mengatakan Majelis Ulama Indonesia (MUI) secara kelembagaan telah menyampaikan sikap penolakan. Karena itu, aksi demonstrasi tersebut, menurut UBN, merupakan bagian dari upaya masyarakat menggunakan hak konstitusional untuk menyampaikan pendapat di muka umum sebagaimana dijamin Undang-Undang Dasar 1945.

“Kami mengajak memboikot siapa pun semua yang menyelenggarakan acara ini,” kata dia.

Sementara itu, konser Andrea Bocelli Romanza 30th Anniversary World Tour Indonesia tetap berlangsung. Pertunjukan pertama digelar pada 31 Oktober 2026 di kawasan Borobudur, Magelang. Adapun konser di Jakarta dijadwalkan berlangsung pada Selasa, 3 November, di JIExpo Kemayoran.

Promotor memutuskan melanjutkan rangkaian pertunjukan setelah mempertimbangkan masukan masyarakat serta aspek pariwisata, kebudayaan, dan ekonomi kreatif nasional.

Penyelenggara juga menyatakan telah menyiapkan program khusus berupa pertunjukan musik bertema perdamaian dan penggalangan dana kemanusiaan. Mereka turut menekankan potensi dampak ekonomi konser bagi sektor perhotelan, transportasi, dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal.

Namun, bagi massa aksi, program kemanusiaan tersebut belum menjawab persoalan utama yang mereka tuntut: sikap tegas terhadap kemerdekaan Palestina dan penderitaan rakyat Gaza.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here