NABLUS — Gelombang teror pemukim Yahudi terhadap sarana ibadah umat Islam di Tepi Barat tak pernah berhenti. Kali ini, Masjid Nuruddin Zinki di Desa Bazariya, barat laut Kabupaten Nablus, menjadi sasaran percobaan pembakaran dan pencoretan grafiti berisi ancaman pembunuhan terhadap warga Arab.
Informasi yang dihimpun dari sumber-sumber lokal menyebutkan bahwa sekelompok pemukim ilegal bergerak dari area pemukiman di antara Bazariya dan Ramin. Mereka mendatangi masjid, menyiramkan bahan bakar di pintu masuk, lalu berupaya membakar bangunan tersebut.
Warga sekitar yang terbangun karena mendengar ledakan kecil langsung berhamburan keluar dan bergotong-royong memadamkan api sebelum merambat ke bagian dalam masjid. Setelah gagal membobol pintu utama, para pelaku mengalihkan sasaran dengan memicu kebakaran di sebuah ruangan kecil di dekat area masjid.
Pesan Kebencian dan Tensi yang Meningkat
Tak berhenti pada aksi pembakaran, para pelaku meninggalkan jejak grafiti bernada provokatif di dinding-dinding masjid. Tulisannya berisi ancaman pembunuhan terbuka terhadap warga Arab, serta pesan langsung yang dialamatkan kepada Duta Besar AS untuk Israel Mike Huckabey dan koresponden militer otoritas penyiaran Israel.
Serangan fajar ini menyisakan ketegangan tinggi di kalangan penduduk Bazariya. Aksi ini dinilai sebagai bagian dari pola kekerasan yang kian marak menargetkan desa-desa Palestina di wilayah Tepi Barat.
Peristiwa ini juga memicu kecaman keras dari Departemen Wakaf dan Urusan Agama Palestina. Direktur Jenderal Wakaf Nablus, Sheikh Nasser Al-Salman, menegaskan bahwa percobaan pembakaran masjid ini merupakan cermin dari maraknya provokasi yang sengaja dihembuskan untuk menyerang simbol-simbol keagamaan warga Palestina.
Wakaf Palestina mendesak lembaga-lembaga hukum dan kemanusiaan internasional untuk tidak tinggal diam dan segera turun tangan melindungi rumah-rumah ibadah dari aksi perusakan yang terus berulang.
Dukungan Politik di Balik Eskalasi Teror
Aksi penyerangan di Bazariya terjadi hanya beberapa hari setelah anggota Knesset (Parlemen Israel), Tzvi Sukkot, memimpin aksi pembongkaran monumen peringatan warga Palestina di Desa Madama, selatan Nablus.
Langkah pejabat politik ini dipandang warga lokal sebagai lampu hijau yang memicu pemukim untuk bertindak makin brutal.
Data Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan PBB (OCHA) mencatat telah terjadi lebih dari 1.450 serangan pemukim di Tepi Barat sejak awal tahun, yang mengakibatkan sedikitnya 1.040 warga Palestina luka-luka.
Sementara itu, Komisi Perlawanan Tembok dan Pemukiman Palestina mentaksir total aksi kekerasan tersebut telah menembus angka 6.000 insiden.
Pihak otoritas Palestina menegaskan, maraknya teror pemukim ini tidak terjadi di ruang hampa, melainkan mendapat perlindungan politik langsung dari pejabat tinggi dalam kabinet Israel, termasuk Menteri Keuangan Bezalel Smotrich dan Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben-Gvir.
Catatan lapangan menunjukkan Masjid Nuruddin Zinki menjadi tempat ibadah ke-10 yang menjadi sasaran perusakan atau pembakaran oleh kelompok pemukim sepanjang tahun ini, menyusul insiden serupa yang sebelumnya menimpa sebuah masjid di Desa Kur, selatan Tulkarm.










