RAMALLAH — Pasukan penjajah Israel kembali melancarkan gelombang operasi penculikan massal skala besar di berbagai wilayah Tepi Barat pada Rabu (1/7) subuh waktu setempat. Operasi penahanan sepihak (arbitrary detention) kali ini terfokus di tiga wilayah utama (Hebron, Nablus, dan Bethlehem) serta secara spesifik menyasar seorang jurnalis lansia dan beberapa orang wanita sipil.
Berikut adalah rincian operasi penangkapan dan blokade wilayah yang dihimpun dari laporan lapangan:
1. Sektor Hebron: Penahanan Dokter hingga Penyitaan Aset Sipil
Di Kegubernuran Hebron, militer Israel menahan tujuh warga Palestina, termasuk seorang wanita lansia, setelah melakukan penggerebekan beruntun ke pemukiman warga.
- Identitas Warga yang Ditahan: Amer Hamdi al-Jabrini, Wasim Said Zalloum, Abdullah Shukri al-Juneidi, serta seorang wanita berusia 66 tahun, Ataf Muhammad Radwan Badr. Selain itu, militer juga mencokok seorang akademisi medis, Dr. Wadih Mahmoud al-Barbarawi, dari kota Halhul.
- Penyergapan di Jalan Raya: Di gerbang masuk Beit Einun (sebelah timur Hebron), tentara menghentikan paksa sebuah kendaraan dan menahan dua pengemudi, Yazan Youssef al-Faroukh dan Iyad Hamid al-Mator.
- Vandalisme & Penyitaan: Saat menggeledah rumah Abdullah al-Juneidi, pasukan Israel menyita mobil pribadi bermerek Kia serta menyita sejumlah mainan anak-anak dari dalam rumah.
- Blokade Total: Militer memasang barikade militer baru di pintu masuk utama Hebron, menutup jalan-jalan penghubung antar-desa dan kamp pengungsian menggunakan gerbang besi, balok beton, serta gundukan tanah (sand barriers).
2. Sektor Nablus: Aktivis Kemanusiaan Jadi Target
Di wilayah utara Tepi Barat, operasi subuh militer Israel di Nablus berfokus pada penahanan dua orang wanita sipil dari lokasi terpisah.
- Penangkapan Wanita: Pasukan merangsek ke area Jembatan Al-Titi di kawasan Jabal Shamali dan menahan Maysar al-Faqih.
- Penyitaan Perangkat Kerja: Di desa Beit Dajan (sebelah timur Nablus), militer menangkap Faten Hanaisha dari rumahnya. Pasukan juga menyita laptop pribadi milik Faten, yang diketahui aktif bekerja di salah satu lembaga sosial kemanusiaan (charitable society) setempat.
- Penjarahan Uang Tunai: Di desa Kafr Qallil, sisi selatan Nablus, tentara mengacak-acak sejumlah rumah warga dan menyita paksa sejumlah uang tunai dari kediaman warga bernama Oqab Amer.
3. Sektor Bethlehem: Penahanan Jurnalis Senior 72 Tahun
Pemandangan represif juga terjadi di Kamp Pengungsian Dheisheh, sebelah selatan Bethlehem. Unit militer Israel menyisir kamp dan menangkap seorang jurnalis kawakan serta seorang pemuda.
- Penahanan Lansia: Jurnalis senior berusia 72 tahun, Hassan Mahmoud Abdel Jawad al-Fararjeh, ditangkap setelah rumahnya didobrak paksa. Bersamanya, militer juga menahan pemuda bernama Adham Jamal Ibrahim Faraj (28 tahun).
- Isolasi Geografis: Pasukan Israel menutup total akses keluar-masuk desa-desa di selatan Bethlehem, terutama gerbang Desa Marah Rabah dan Al-Manshiya menggunakan pintu besi otomatis.
Penutupan akses di Marah Rabah dan Al-Manshiya ini berakibat fatal bagi mobilitas warga, karena kedua titik tersebut merupakan urat nadi tunggal yang menghubungkan wilayah rural selatan menuju pusat Kota Bethlehem, sekaligus menjadi jalur penghubung strategis antarkota antara Hebron dan Bethlehem.
Gelombang penahanan tanpa proses peradilan yang jelas (administrative detention) ini kian memperpanjang daftar panjang pelanggaran hukum humaniter internasional di wilayah tepi barat yang diduduki, memicu isolasi ekonomi dan sosial yang semakin mencekik bagi warga sipil Palestina.










