Israel pada Ahad (31/8) mengumumkan bahwa mereka telah membunuh Abu Ubaida, juru bicara Brigade al-Qassam dalam sebuah serangan udara di Kota Gaza, Sabtu (30/8). Namun, hingga kini pihak Hamas belum mengonfirmasi maupun membantah kabar tersebut. Demikian laporan Al Jazeera.

Menteri Pertahanan Israel, Yisrael Katz, menyatakan bahwa militer berhasil “menyingkirkan” Abu Ubaida. Tak lama setelah itu, militer Israel bersama badan intelijen dalam negeri, Shin Bet, mengeluarkan pernyataan resmi terkait operasi tersebut.

Dalam pernyataan itu disebutkan bahwa “kemarin, tentara dan Shin Bet berhasil mengeksekusi Hudhaifah al-Kahlut (Abu Ubaida).” Disebutkan pula bahwa operasi tersebut didasarkan pada informasi intelijen mengenai lokasi keberadaannya.

Sebelumnya, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan bahwa militer Israel telah menargetkan Abu Ubaida dan masih “menunggu hasilnya.”

Radio militer Israel menambahkan bahwa sejak awal agresi di Gaza, militer telah dua kali gagal melakukan upaya pembunuhan terhadap Abu Ubaida.

Abu Ubaida, atau yang dikenal dengan julukan “al-Multtsam” (Si Bertopeng), dianggap sebagai simbol perlawanan Palestina. Ia pertama kali muncul secara publik pada 25 Juni 2006, saat mengumumkan operasi “Ilusi yang Memudar,” sebuah serangan yang menewaskan dua tentara Israel dan menyandera Gilad Shalit.

Sumber: Al Jazeera


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here