GAZA — Platform keamanan siber dan intelijen perlawanan Gaza, Al-Hares, merilis peringatan keras mengenai adanya pergerakan gerombolan kriminal yang berafiliasi dengan otoritas penjajah Israel. Jaringan ini terendus tengah berupaya menyusupkan dan mengedarkan narkotika serta zat-zat psikotropika berbahaya ke dalam kantong-kantong pengungsian di Gaza.
Dalam pernyataan resminya pada Rabu (1/7), Al-Hares menegaskan bahwa operasi yang dijalankan oleh para kolaborator ini tidak lagi terbatas pada spionase atau pembocoran informasi militer semata. Mereka kini mulai melancarkan perang urat saraf (war of attrition) dengan target merusak moral, kesadaran mental generasi muda, serta mengoyak kohesi sosial warga Gaza yang tengah bertahan di tengah krisis.
Eksploitasi Krisis Demi Menyebar Kekacauan
Otoritas keamanan mengecam keras pemanfaatan situasi perang dan kelaparan sebagai celah untuk menyelundupkan barang haram tersebut. Siasat ini dinilai sebagai kejahatan kemanusiaan berlapis yang bertujuan menciptakan kekacauan sosial (chaos) dan melemahkan daya tahan spiritual serta fisik dari dalam garis pertahanan domestik.
“Menyusupkan zat-zat merusak ini di tengah penderitaan rakyat adalah bukti nyata bahwa jaringan ini bekerja sebagai kepanjangan tangan penjajah. Target mereka adalah melumpuhkan nalar para pemuda kita yang menjadi pilar utama keteguhan (sumud) Gaza,” tulis perwakilan Al-Hares dalam rilis persnya.
Merespons ancaman tersebut, pihak intelijen mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk memperketat pengawasan lingkungan dan meningkatkan kewaspadaan kolektif. Warga diminta tidak meremehkan indikasi sekecil apa pun terkait peredaran zat mencurigakan dan segera melaporkannya melalui kanal pengaduan rahasia Murasalat Al-Hares.
“Melindungi masyarakat adalah tanggung jawab bersama. Menghadapi taktik kotor penjajah ini harus dimulai dari kesadaran penuh untuk menolak segala hal yang mengancam masa depan anak-anak Palestina,” tambah pernyataan tersebut.
Penggagalan Penyelundupan Skala Besar
Sebelum maklumat ini dikeluarkan, seorang pejabat tinggi keamanan di Gaza membocorkan bahwa unit antinarkotika lokal telah berhasil mematahkan operasi penyelundupan narkoba dalam jumlah besar. Barang haram tersebut dipasok melalui jalur tikus yang dikendalikan oleh sindikat lokal yang terhubung langsung dengan intelijen militer Israel.
Dalam operasi keamanan terbaru di Jalur Gaza, aparat menargetkan sindikat pengedar narkoba serta individu yang diduga menjadi kolaborator binaan Israel.
Seluruh barang bukti yang ditemukan dalam operasi tersebut telah disita oleh unit antinarkotika untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut. Sementara itu, para tersangka ditahan dan diproses di bawah yurisdiksi hukum militer Gaza.
Sumber keamanan tersebut menegaskan bahwa meski seluruh infrastruktur kota telah lumat oleh agresi, pos-pos pengamanan domestik tetap bekerja penuh dalam memburu para spekulan dan pengkhianat yang mencoba mengais keuntungan di atas penderitaan rakyat. Siasat menggunakan narkoba sebagai senjata pelemah mental ini diprediksi akan kandas, sebagaimana gagalnya berbagai upaya infiltrasi politik Israel sebelumnya.










