Israel resmi membajak seluruh kapal GSF setelah sebelumnya 10 kapal berhasil terus berlayar hingga 100–80 mil laut dari Gaza pada Selasa (19/5). Sembilan warga negara Indonesia diculik tentara IOF di perairan internasional, terdiri dari:
1. Andi Angga Prasadewa, aktivis kemanusaan (kapal Josep)
2. Bambang Noroyono, jurnalis Republika (kapal BoraLiza)
3. Thoudy Badai Rifanbillah, jurnalis Republika (kapal Orguzluk)
4. Andre Prasetyo Nugroho, jurnalis Tempo (kapal Orguzluk)
5. Rahendro Herubowo, jurnalis iNews (kapal Orguzluk)
6. Herman Budianto Sudarsono, aktivis kemanusiaan (kapal Zafiro)
7. Ronggo Wirasanu, aktivis kemanusiaan (kapal Zafiro)
8. Asad Aras Muhammad, aktivis kemanusiaan (kapal Kasr-1 Sadabad)
9. Hendro Prasetyo Subekti, aktivis kemanusiaan (kapal Kasr-1 Sadabad)
Selain itu, sebanyak lebih dari 87 aktivis GSF yang diculik melakukan mogok makan sebagai protes terhadap penculikan yang mereka alami serta solidaritas kepada lebih dari 9.500 tawanan Palestina yang ditahan di dalam tahanan israel.
Israel telah pembajakan kapal dan penculikan ilegal kepada para aktivis yang berlayar dalam misi damai yang membawa bantuan kemanusiaan, susu formula, dan obat-obatan. Israel bahkan sempat menembakkan senjata api pada para aktivis di kapal Girolama. Sedangkan Netanyahu memberikan ucapan selamat kepada tentara IOF yang telah melakukan operasi ilegal.
Kamu menyerukan kepada masyarakat Indonesia untuk turut memantau kasus ini. Desak pemerintah lokal dan internasional untuk memberikan perhatian kepada masyarakat Palestina, bebaskan para aktivis, dan hentikan penjajahan israel atas Palestina.










