GAZA – Lima warga Palestina, termasuk seorang anak, syahid akibat serangan udara dan tembakan pasukan Israel di Jalur Gaza pada Kamis (5/11/2026). Serangan tersebut menyasar tenda pengungsian, apartemen, serta sejumlah wilayah di Gaza. Beberapa warga lainnya dilaporkan terluka.

Sumber medis di Rumah Sakit Syuhada Al-Aqsa melaporkan, dua warga Palestina syahid akibat serangan pesawat nirawak Israel yang meluncurkan dua rudal ke sebuah tenda pengungsian di sebelah barat Zawaida, Gaza tengah. Salah satu korban bernama Abdul Rahim Walid Matar (27 tahun).

Sementara itu, Kompleks Medis Nasser melaporkan seorang perempuan syahid dan dua warga Palestina terluka akibat tembakan pasukan Israel di luar wilayah yang dikuasai militer Israel di Kota Khan Younis.

Di Kamp Bureij, Gaza tengah, seorang anak juga syahid akibat tembakan pasukan Israel, menurut sumber medis di Rumah Sakit Al-Awda.

Beberapa waktu kemudian, sumber medis kembali melaporkan satu warga Palestina syahid dan sejumlah lainnya terluka dalam serangan pesawat nirawak Israel di sebelah barat Kota Gaza.

Di Gaza utara, seorang warga Palestina mengalami luka sedang setelah pesawat nirawak Israel menyerang sebuah apartemen di gedung kawasan Al-Karama, barat laut Kota Gaza. Informasi tersebut disampaikan sumber medis di Rumah Sakit Al-Shifa.

Bombardir dan penghancuran rumah

Serangan Israel juga terus berlangsung di sejumlah wilayah Jalur Gaza. Artileri Israel membombardir kawasan timur Kota Gaza secara intensif dan berulang kali. Kapal perang Israel turut melepaskan tembakan ke arah pantai kota tersebut, sementara sebuah pesawat nirawak melancarkan serangan di kawasan Al-Karama, barat laut Kota Gaza.

Di sekitar Masjid Hasni al-Masdar, timur Kamp Maghazi, kendaraan militer Israel dilaporkan melepaskan tembakan secara intensif. Sebuah pesawat nirawak Israel juga menjatuhkan bom di sekitar lokasi. Belum ada laporan mengenai korban dalam insiden tersebut.

Serangan pesawat nirawak Israel turut menyasar Kota Deir al-Balah, Gaza tengah, sebagaimana dilaporkan koresponden Aljazirah.

Di Khan Younis, militer Israel meledakkan sejumlah rumah dan bangunan sipil di wilayah yang berada di bawah kendalinya. Warga setempat melaporkan mendengar dua ledakan keras akibat penghancuran tersebut.

Korban terus bertambah meski gencatan senjata

Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza, Rabu, melaporkan tiga warga Palestina syahid dan 21 lainnya terluka akibat serangan Israel dalam 24 jam terakhir.

Dalam laporan statistik hariannya, kementerian menyebut rumah sakit di Gaza menerima tiga jenazah, termasuk dua korban yang baru saja syahid dan satu orang yang meninggal akibat luka-luka yang dideritanya dalam serangan sebelumnya. Sebanyak 21 warga Palestina lainnya juga menjalani perawatan akibat luka-luka.

Dengan tambahan tersebut, jumlah korban agresi Israel sejak 7 Oktober 2023 mencapai 74.618 syahid dan 175.920 orang terluka.

Kementerian juga mencatat, sejak perjanjian gencatan senjata mulai berlaku pada 11 Oktober 2025, jumlah warga Palestina yang syahid mencapai 1.602 orang, sementara 5.794 lainnya terluka. Adapun jenazah yang berhasil ditemukan dan dievakuasi dari reruntuhan berjumlah 847.

Di sisi lain, Kantor Media Pemerintah Gaza, dalam statistik yang dirilis Senin, menyatakan militer Israel telah melakukan 5.989 pelanggaran terhadap kesepakatan gencatan senjata sejak diberlakukan.

Sepanjang Oktober lalu, tercatat 753 pelanggaran atau rata-rata 24,3 pelanggaran setiap hari. Pelanggaran tersebut meliputi 346 insiden penembakan, 310 serangan bombardir, 64 aksi penghancuran rumah, 21 penyusupan kendaraan militer, dan 12 kasus penangkapan.

Data tersebut memperlihatkan bahwa serangan dan penghancuran di Gaza terus berlangsung meski kesepakatan gencatan senjata telah diberlakukan.

Sumber: Aljazirah dan sejumlah kantor berita.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here