Militer Israel melancarkan operasi militer di Kota Nablus, Tepi Barat bagian utara, pada Ahad (11/1/2026), yang mengakibatkan sejumlah warga Palestina mengalami luka tembak serta penangkapan terhadap beberapa lainnya. Di saat bersamaan, militer Israel mengklaim satu tentaranya mengalami luka sedang dalam bentrokan bersenjata di wilayah tersebut.

Kementerian Kesehatan Palestina menyatakan dua warga Palestina yang terkena tembakan peluru tajam pasukan pendudukan telah dibawa ke Rumah Sakit Pemerintah Rafidia di Nablus. Keduanya dilaporkan dalam kondisi luka sedang.

Menurut keterangan saksi mata kepada Anadolu, pasukan Israel juga menangkap dua warga Palestina setelah mengepung sebuah masjid di dalam kota. Operasi tersebut diawali dengan penyusupan unit khusus Israel ke kawasan Harat al-Qaryun di Kota Tua Nablus, sebelum pasukan tambahan masuk melalui sejumlah jalur.

Saksi menyebutkan, pasukan pendudukan menyebar di berbagai gang di Kota Tua serta kawasan pasar timur. Suara tembakan peluru tajam terdengar intens selama operasi berlangsung.

Jurnalis Al Jazeera Jadi Sasaran

Dalam operasi yang sama, sedikitnya 15 warga Palestina dilaporkan mengalami sesak napas akibat gas air mata yang ditembakkan pasukan pendudukan di Kota Tua Nablus. Di antara korban terdapat seorang jurnalis Al Jazeera yang tengah melakukan peliputan.

Pasukan Israel juga menargetkan sejumlah jurnalis, termasuk koresponden Al Jazeera, Laitz Ja’ar, yang terkena granat kejut secara langsung saat menyampaikan laporan langsung dari lapangan. Rekaman video menunjukkan granat tersebut dilemparkan ke arahnya, yang dinilai sebagai upaya menghambat kerja jurnalistik dan aliran informasi dari lokasi kejadian.

Bulan Sabit Merah Palestina melaporkan bahwa pasukan pendudukan menahan sejumlah jurnalis di kawasan Harat al-Yasmina, Kota Tua Nablus.

Sebelumnya, militer Israel mengakui satu tentaranya mengalami luka sedang dalam apa yang mereka sebut sebagai “aktivitas operasional” di Nablus, yang diwarnai bentrokan bersenjata antara pejuang Palestina dan pasukan pendudukan. Menurut laporan lapangan, bentrokan pecah setelah unit khusus Israel menyusup ke Kota Tua.

Pengerahan Militer dan Syahid di Al-Khalil

Koresponden Al Jazeera melaporkan pasukan pendudukan mengerahkan bala bantuan militer ke Nablus dan memperluas penyebaran pasukan di sejumlah lingkungan kota, termasuk Kota Tua. Israel juga menempatkan penembak jitu di titik-titik strategis yang menghadap pusat kota, serta menerbangkan drone pengintai di atas wilayah tersebut.

Di tengah eskalasi ini, media Israel melaporkan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menggelar rapat keamanan terbatas dengan para pimpinan lembaga keamanan Israel.

Sementara itu, di Kota Al-Khalil, Tepi Barat bagian selatan, Kementerian Kesehatan Palestina melaporkan seorang warga Palestina Syahid akibat tembakan pasukan pendudukan pada Jumat malam hingga Sabtu dini hari. Otoritas Israel disebut menahan jenazah Syahid tersebut.

Militer Israel sebelumnya menembaki sebuah kendaraan warga Palestina di pusat Kota Al-Khalil dengan dalih adanya dugaan percobaan serangan tabrak. Bulan Sabit Merah Palestina menyatakan pasukan pendudukan menembaki kendaraan tersebut dan menghalangi tim medis untuk menjangkau lokasi serta memberikan pertolongan kepada korban yang terluka di dalam mobil, sebelum akhirnya menahannya.

Militer Israel kembali menyatakan bahwa pasukannya tengah memburu pelaku penembakan dalam insiden terpisah di Nablus.

Di Al-Quds, koresponden Al Jazeera melaporkan bahwa sekelompok pemukim Israel memasuki kompleks Masjid Al-Aqsa dengan pengawalan ketat kepolisian Israel.

Sejak agresi Israel di Jalur Gaza dimulai pada 8 Oktober 2023, Tepi Barat mengalami eskalasi kekerasan yang signifikan. Operasi militer, penangkapan massal, perusakan properti warga, serta perluasan proyek permukiman terus berlangsung, di tengah sorotan atas pelanggaran hukum internasional.

Data resmi Palestina mencatat, lebih dari 1.100 warga Palestina Syahid di Tepi Barat sejak eskalasi dimulai, sekitar 11.000 lainnya mengalami luka-luka, dan lebih dari 21.000 orang ditangkap.

Sumber: Al Jazeera

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here