Fajar belum sepenuhnya menyingsing ketika pasukan Israel melancarkan gelombang penggerebekan di berbagai wilayah Tepi Barat, Selasa dini hari. Puluhan pemuda ditangkap dari rumah-rumah mereka, dalam operasi yang meluas dari satu kota ke kota lain, seakan malam Ramadan tak lagi menjadi ruang hening, melainkan waktu yang dipilih untuk menekan.
Di Al-Lubban Al-Sharqiya, selatan Nablus, tentara memasuki rumah-rumah warga, menahan sejumlah pemuda, merusak isi rumah, bahkan dilaporkan menyita makanan sahur dari salah satu keluarga. Penggerebekan serupa terjadi di Ya’bad, barat daya Jenin; di Silwad dan Turmus Ayya, timur laut Ramallah; di Desa Saida, utara Tulkarem; di Ras Atiya, selatan Qalqilya; serta di Kamp Aqabat Jabr, Jericho. Puluhan tentara menyebar di gang-gang permukiman, memeriksa identitas, dan melakukan penggeledahan.
Di Nablus, ratusan pemukim memasuki area Makam Yusuf dengan pengawalan ketat militer yang memberlakukan penutupan keamanan di kawasan tersebut.
Tak hanya penangkapan, operasi juga disertai perusakan lahan. Di kawasan Jamrura, dekat pos pemeriksaan Tarqumiya, barat Hebron, alat berat menggusur area pertanian warga dan mencabut pohon zaitun, sebagian berusia sekitar 40 tahun. Kerusakan dilaporkan mencapai kedalaman hingga 70 meter, meninggalkan kerugian besar bagi pemilik tanah.
Kepala Dewan Lokal Al-Lubban Al-Sharqiya, Yaqub Owais, menyatakan bahwa militer memasuki kota itu sekitar pukul 00.00 dan melanjutkan penggerebekan hingga pagi. Rumah-rumah digeledah menyeluruh, properti dirusak, dan sejumlah pemuda ditahan, jumlah pastinya belum diumumkan. Kota yang dihuni sekitar 4.200 warga itu, menurutnya, telah menghadapi pembatasan ketat sejak perang di Gaza meletus pada Oktober 2023, diiringi aksi intimidasi pemukim di pintu-pintu masuk desa.
Warga Palestina menilai operasi pada waktu sahur bukan kebetulan, melainkan pola yang berulang setiap Ramadan, saat keluarga berkumpul untuk makan sebelum fajar. Sejak awal bulan suci, intensitas penangkapan disebut meningkat tajam.
Klub Tahanan Palestina melaporkan lebih dari 100 warga ditangkap sejak awal Ramadan. Secara keseluruhan, jumlah tahanan Palestina di penjara Israel telah melampaui 9.300 orang, termasuk 66 perempuan dan 350 anak-anak, menurut data Palestina.
Sejak perang di Gaza dimulai pada Oktober 2023, Tepi Barat juga mengalami eskalasi signifikan: lebih dari 1.116 warga Palestina syahid, sekitar 11.500 terluka, dan hampir 22.000 lainnya ditangkap.










