Pembaruan citra satelit Google Maps memperlihatkan perubahan drastis kawasan perkotaan Gaza, dengan banyak permukiman berubah menjadi hamparan puing.
Dilansir dari Anadolu, Rabu (30/9/2026), citra terbaru tersebut memungkinkan publik membandingkan kondisi Gaza sebelum genosida dan fakta lapangan saat ini, sekaligus melihat skala kerusakan yang sulit tergambarkan hanya melalui foto dari darat.
Data Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperkuat gambaran itu. Berdasarkan penilaian UNOSAT hingga 16 Juni 2026, sebanyak 201.290 bangunan atau sekitar 82 persen dari seluruh bangunan di Gaza mengalami kerusakan.
Dari jumlah tersebut, 134.422 bangunan dinyatakan hancur, 13.848 rusak parah, 28.096 rusak sedang, dan 24.924 diduga mengalami kerusakan.
Gambaran satelit menunjukkan sejumlah kawasan yang sebelumnya menjadi pusat permukiman dan aktivitas masyarakat kini berubah menjadi area kosong yang dipenuhi reruntuhan.
Kerusakan tersebut tidak hanya berarti hilangnya bangunan, tetapi juga hilangnya ruang hidup masyarakat.
UNOSAT memperkirakan 328.627 unit rumah mengalami kerusakan. Jumlah bangunan yang terdampak bahkan meningkat 1,5 persen dibanding penilaian sebelumnya pada Oktober 2025, sementara jumlah bangunan yang hancur meningkat 9 persen.
Kehancuran fisik juga menciptakan ancaman baru bagi warga yang masih tinggal di Gaza. Bangunan yang mengalami keretakan dan kerusakan berat berpotensi runtuh ketika diterpa hujan dan angin.
Pada September 2026, sebuah bangunan yang rusak akibat perang di Tal al-Hawa, Gaza City, runtuh dan menewaskan sedikitnya 21 orang, termasuk delapan anak. PBB menyebut bangunan yang rusak secara struktural menjadi salah satu risiko serius bagi warga yang masih bertahan maupun mengungsi.
Gencatan Senjata Rapuh
Kondisi tersebut berlangsung meski gencatan senjata mulai berlaku pada 10 Oktober 2025.
PBB mencatat serangan udara, penembakan, dan aktivitas militer masih berlanjut setelah kesepakatan tersebut, sementara akses kemanusiaan tetap menghadapi pembatasan.
Laporan PBB pada Juli 2026 juga menyebut serangan Zionis Israel masih menewaskan dan melukai warga Palestina, termasuk dalam serangan terhadap bangunan tempat tinggal dan tenda pengungsi.
Dengan demikian, citra satelit Google Maps bukan sekadar memperlihatkan kehancuran bangunan.
Perbandingan visual tersebut menunjukkan bagaimana perang telah mengubah lanskap perkotaan Gaza dan meninggalkan persoalan besar terkait tempat tinggal, keselamatan warga, serta kebutuhan rekonstruksi.
Kerusakan 201.290 bangunan yang teridentifikasi UNOSAT menjadi salah satu ukuran paling konkret mengenai besarnya pekerjaan yang diperlukan untuk memulihkan kehidupan sipil di Gaza.










