GAZA — Setelah hampir tiga tahun menunggu, keluarga akhirnya dapat memberikan penghormatan terakhir kepada orang-orang yang mereka cintai. Di depan Rumah Sakit Al-Awda, Kamp Nuseirat, Gaza tengah, warga Palestina mengantarkan jenazah dan jasad yang tersisa dari 43 syuhada yang ditemukan di bawah reruntuhan rumah-rumah yang hancur.
Tim pertahanan sipil Gaza menemukan dan mengevakuasi jasad 43 warga Palestina, termasuk anak-anak, dari bawah puing bangunan di Kamp Nuseirat. Mereka telah dinyatakan hilang selama hampir tiga tahun.
Untuk pertama kalinya sejak kehilangan anggota keluarga mereka, para kerabat akhirnya dapat melihat jasad dan sisa-sisa tubuh yang berhasil ditemukan sebelum dimakamkan.
Pada Senin malam (28/9), keluarga mulai melepas kepergian orang-orang tercinta mereka setelah tim khusus berhasil mencapai lokasi dan mengangkat jasad dari bawah reruntuhan rumah yang hancur akibat genosida.
Bertahun-tahun Menunggu Kepastian
Selama bertahun-tahun, nasib sejumlah anggota keluarga tetap menjadi tanda tanya. Keluarga tidak dapat menggelar pemakaman ataupun mengucapkan perpisahan terakhir karena jasad orang-orang yang mereka cintai masih berada di bawah puing rumah.
Mereka hanya bisa menunggu sampai tim pencarian memiliki kesempatan untuk mencapai lokasi dan mengangkat jasad dari bangunan yang telah rata dengan tanah.
Penantian panjang itu terlihat jelas dalam prosesi pemakaman. Para ayah, ibu, anak dan kerabat berdiri di hadapan jasad orang-orang yang mereka cintai. Kesedihan bercampur dengan kepedihan karena selama bertahun-tahun mereka bahkan tidak tahu di mana jasad keluarga mereka berada.
Bagi keluarga, pengangkatan jasad tersebut bukan sekadar keberhasilan menemukan orang-orang yang sebelumnya hilang.
Itu menjadi akhir dari penantian panjang. Untuk pertama kalinya setelah bertahun-tahun, mereka memiliki kesempatan memakamkan orang-orang tercinta dan menjalankan prosesi perpisahan yang selama ini tidak dapat dilakukan.
Sisa Jasad Kembali kepada Keluarga
Ketika jasad-jasad itu berhasil dikeluarkan dari reruntuhan, tempat yang selama ini menjadi simbol kehilangan berubah menjadi lokasi perpisahan terakhir.
Keluarga akhirnya menerima kembali sisa-sisa orang yang mereka cintai untuk dimakamkan.
Tim pertahanan sipil Gaza masih terus mencari jasad warga yang hilang dan tertimbun di bawah bangunan yang hancur. Namun, pekerjaan tersebut menghadapi kendala besar karena minimnya alat berat dan kendaraan yang diperlukan untuk mengangkat puing.
Keterbatasan peralatan membuat banyak jasad lainnya masih sulit dijangkau di bawah bangunan yang telah runtuh.
Sejumlah foto dan video yang beredar memperlihatkan proses evakuasi jasad serta persiapan pemakaman. Dalam rekaman tersebut, keluarga terlihat kembali menerima sisa-sisa orang yang mereka cintai setelah bertahun-tahun tertimbun di bawah reruntuhan.
Suasana duka dan doa mengiringi prosesi tersebut.
Kain Kafan yang Merangkum Bertahun-tahun Kepedihan
Prosesi pemakaman 43 jasad itu mendapat perhatian luas di media sosial. Sejumlah aktivis dan jurnalis menggambarkan pemandangan tersebut sebagai momen yang menyayat hati, terutama karena keluarga harus menunggu bertahun-tahun untuk mengetahui nasib orang-orang yang mereka cintai.
Sebagian lainnya menyoroti beratnya saat keluarga akhirnya menerima kembali sisa jasad setelah bertahun-tahun tertimbun di bawah reruntuhan.
Bagi mereka, perpisahan tersebut datang setelah penantian panjang untuk mendapatkan kepastian tentang nasib anggota keluarga yang hilang.
Sejumlah aktivis menyebut keluarga Palestina menyiapkan kain kafan untuk jasad anggota keluarga mereka setelah ditemukan dari bawah reruntuhan Menara Al-Muhandisin, di sebelah timur Kamp Nuseirat, Gaza tengah.
Dari situ muncul pertanyaan yang berulang di media sosial, “Adakah sakit yang lebih berat dari ini?”
Bagi keluarga yang ditinggalkan, kain kafan bukan sekadar bagian dari prosesi pemakaman. Kain itu menjadi penanda berakhirnya penantian panjang, setelah bertahun-tahun mereka tidak dapat menguburkan anak, saudara, orang tua, atau orang-orang tercinta mereka.
Kini, sisa jasad itu akhirnya kembali kepada keluarga untuk dimakamkan.
Sumber: Media sosial









