BANDUNG — Aktivis kemanusiaan asal Norwegia, Obaida Faraj, menegaskan pentingnya aksi nyata masyarakat internasional untuk menghentikan genosida yang masih terus berlangsung di Gaza. Perwakilan dari gerakan Global Sumud Flotilla (GSF) tersebut menyampaikan seruannya saat berbicara dalam acara diskusi di Gedung Merdeka Asia Afrika, Bandung, Jawa Barat, Jumat (23/10).

Obaida, yang telah aktif dalam gerakan pembelaan Palestina sejak 2011, mengungkapkan bahwa keterlibatannya didasari oleh keinginan untuk menunjukkan realitas penindasan yang kerap luput dari pemberitaan media arus utama dunia.

Dia tercatat pernah bergabung dalam pelayaran kapal Al-Awda menuju Gaza serta aktif menggelar aksi dan orasi di berbagai negara Eropa untuk merawat kepedulian terhadap budaya dan perjuangan rakyat Palestina.

“Saya bergabung dalam misi ini karena saya berusaha menunjukkan kepada dunia apa yang sebenarnya terjadi di Palestina, bahkan sebelum genosida ini terjadi dan tidak kita lihat di berita,” ujar Obaida di hadapan para peserta.

Aksi Damai Blokir Pasokan Industri Militer Israel

Sebagai bagian dari jaringan GSF dan White Rose Flotilla, Obaida bersama para aktivis di Norwegia konsisten melancarkan aksi damai untuk menekan pemerintah dan korporasi yang memiliki hubungan ekonomi dengan Israel, khususnya di sektor minyak dan gas. Upaya penolakan tersebut membuahkan hasil nyata setelah aksi blokir di pelabuhan berhasil menghentikan armada pengangkut bahan bakar ke Israel.

“Kami selalu melakukan protes untuk menghentikan mereka, dan alhamdulillah kami baru saja melakukan pekerjaan yang baik dengan menghentikan dua di antaranya,” ungkap Obaida.

Kendati menganggap pencapaian tersebut sebagai langkah kecil, ia meyakini aksi ini merupakan pijakan penting menuju kemerdekaan Palestina.

Kritik terhadap Pasifnya Hukum Internasional

Obaida mengkritik keras pasifnya komunitas internasional dan standar ganda hukum global yang dinilainya gagal menghentikan penderitaan warga sipil di Gaza. Ia mengingatkan bahwa krisis di kawasan tersebut belum berakhir dan terus menelan korban jiwa, terutama anak-anak.

“Saya berada di sini karena seluruh standar dunia tidak melakukan apa-apa,” tegasnya menjelaskan alasannya terbang jauh dari Norwegia ke Indonesia.

Di akhir pemaparannya, Obaida menyampaikan apresiasi mendalam dari warga Palestina atas solidaritas yang konsisten ditunjukkan oleh masyarakat Indonesia.

“Saya hanya ingin Anda tahu bahwa rakyat Palestina melihat apa yang Anda lakukan dan mereka mendengar suara Anda. Teruslah bergerak, dan mereka sangat mencintai Anda,” tuturnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here