BANDUNG — Aktivis kemanusiaan asal Italia, Simone Zambrin, menegaskan bahwa krisis kemanusiaan yang menimpa rakyat Palestina di Gaza tidak bisa dilepaskan dari akar masalah global, yakni kapitalisme dan imperialisme. Koordinator operasional Global Sumud Flotilla (GSF) tersebut menyampaikan pandangannya dalam sebuah acara talk show di Gedung Asia Afrika, Bandung, Jawa Barat, Jumat, 23 Oktober 2026.
Awalnya berkiprah sebagai aktivis keadilan iklim dan lingkungan, Simone menilai bahwa kerusakan alam dan genosida memiliki akar penyebab yang sama.
“Penyebab yang memicu kebakaran hutan seperti di Indonesia sama dengan yang memicu genosida di Gaza, yaitu imperialisme dan kapitalisme secara keseluruhan,” ujar Simone di hadapan para peserta.
Menurutnya, perebutan sumber daya alam dan bahan bakar fosil oleh kekuatan imperialis turut memicu krisis iklim sekaligus penindasan terhadap suatu bangsa.
Sebagai penanggung jawab logistik dan operasional GSF, Simone bertugas mempersiapkan pelatihan relawan, armada kapal, hingga pasokan bahan bakar untuk menembus blokade laut di Gaza. Misi armada kemanusiaan ini, kata dia, sangat lugas dan berprinsip mendasar.
“Misi kami sangat jelas, langsung, dan sederhana. Kami berlayar ke Palestina, kami menuju Gaza untuk memecahkan pengepungan yang ilegal itu,” kata Simone.
Mengkritik Peran Negara Asal
Lahir dan besar di Italia tidak surut langkah Simone untuk mengkritik kebijakan pemerintahannya sendiri. Ia membeberkan bahwa Italia merupakan negara pengekspor senjata terbesar ketiga bagi Israel, yang menjadikannya turut terlibat dalam kejahatan perang di Gaza.
“Saya memiliki paspor yang sangat kuat secara diplomatis dan berasal dari negara yang sangat terlibat dalam genosida ini. Karena itu, sudah menjadi tugas saya untuk bangkit melawan negara saya sendiri atas apa yang mereka lakukan terhadap rakyat Palestina,” tegasnya.
Ia turut mengapresiasi aksi mogok kerja dan pemblokiran yang dilakukan para buruh di lebih dari 100 pelabuhan dunia, termasuk di Italia, untuk menghentikan pengiriman kapal-kapal berlogo atau terafiliasi dengan industri militer Israel.
Menepis Tuduhan Antisemit
Menanggapi tuduhan yang kerap dilayangkan kepada para aktivis pro-Palestina di Eropa, Simone menepis keras label antisemit. Ia menegaskan bahwasanya gerakan yang diusungnya berdiri di atas prinsip keadilan dan perdamaian universal, menentang antisemit sebagaimana menolak islamofobia.
“Antisemitism bukanlah masalah yang kami ciptakan. Secara historis, kaum fasislah yang menciptakan itu. Apa yang kami bela adalah perdamaian dan keadilan, dan kapal-kapal inilah yang kami gunakan untuk melawan penindasan tersebut,” tutur Simone menutupi pemaparannya.










