BANDUNG — Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional, Sudarnoto Abdul Hakim, optimistis kemerdekaan Palestina sudah semakin dekat. Hal tersebut disampaikannya dalam orasi politik di Gedung Merdeka, Jalan Asia Afrika, Bandung, Jawa Barat, Jumat (23/10/2026).
Sudarnoto meminta publik dan pejuang kemanusiaan di tanah air tidak berkecil hati dalam menyuarakan dukungan bagi Palestina.
“Jangan rapuh. Jangan, jangan goyang hanya karena kita menghadapi masalah dan tantangan. Setiap saat ada masalah dan tantangan di dalam rangka membebaskan Palestina,” ujar Sudarnoto di hadapan peserta yang hadir.
Dalam orasinya, Sudarnoto menilai isolasi terhadap Israel dan sekutu utamanya, Amerika Serikat, semakin nyata di tingkat global. Posisi kedua negara tersebut dinilai telah tersingkir secara moral, diplomasi, maupun politik. Indikatornya terlihat dari dukungan mayoritas negara anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) terhadap kedaulatan Palestina.
“Rasa-rasanya kemerdekaan Palestina tidak lama lagi, tanda-tandanya sudah ada. Paling tidak per hari ini dalam pembacaan saya, Amerika dan Israel, khususnya dua negara ini, sudah tersingkir,” kata Sudarnoto. Ia menambahkan bahwa lebih dari 157 negara anggota PBB kini telah memberikan dukungan resminya untuk Palestina.
Tantangan terbesar yang tersisa, lanjut Sudarnoto, berada pada Dewan Keamanan (DK) PBB lantaran Amerika Serikat kerap menggunakan hak vetonya untuk mengganjal berbagai resolusi pro-Palestina.
Kendati demikian, ia meyakini tekanan publik dunia dan gerakan kemanusiaan seperti Global Sumud Flotilla akan terus memojokkan rezim zionis. Sudarnoto menepis narasi bahwa isu Palestina sekadar konflik keagamaan, melainkan murni persoalan kemanusiaan universal.










