Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional, Sudarnoto Abdul Hakim, menyuarakan penolakan keras terhadap rencana konser penyanyi tenor asal Italia, Andrei Bocelli, yang dijadwalkan tampil di Gelora Bung Karno, Jakarta.
Konser yang diprakarsai kolaborasi tiga kementerian (Kementerian Pariwisata, Kementerian Kebudayaan, serta Kementerian Ekonomi Kreatif) itu menuai protes karena rekam jejak Bocelli yang pernah tampil dalam konser penggalangan dana Friends of Israel Defense Forces (IDF) pada 2020.
Sudarnoto menegaskan, MUI telah mengambil keputusan resmi untuk memboikot acara tersebut dan mendesak pemerintah agar membatalkan izin penampilannya.
“Kita tolak, kita boikot Andrei Bocelli! Bersihkan Indonesia dari orang-orang yang terafiliasi dengan semangat Israel! Tidak boleh!” tegasnya.
MUI telah menggelar pertemuan bersama ormas-ormas Islam, tokoh lintas agama, budayawan, hingga aktivis pro-Palestina untuk mengonsolidasikan penolakan ini.
Sudarnoto menyayangkan sikap pemerintah yang belum memberikan keputusan tegas pasca MUI menyampaikan protes resminya.
Dia juga mengingatkan publik akan ancaman rainbow diplomacy serta propaganda zionisme covert melalui utusan khusus (Special Envoy) Amerika Serikat yang berupaya memengaruhi kurikulum pendidikan di Indonesia.
Menurutnya, narasi tersebut dirancang untuk mengikis empati generasi muda terhadap perjuangan rakyat Palestina.
“Mari kita gagalkan zionisme, pikiran-pikiran zionisme ke Indonesia, dan kita bersihkan Indonesia,” ucap Sudarnoto.










