Video yang beredar menampilkan momen bahagia Mahmoud Al-Arida, mantan tahanan Palestina yang menghabiskan sekitar 28 tahun di penjara Israel, termasuk 25 tahun berturut-turut sejak 1996, sebelum dibebaskan dan diasingkan ke Mesir.
Dalam salah satu cuplikan, Al-Arida terlihat berbicara singkat kepada istrinya, “Saya tidak pernah bermimpi akan menikah. Saya hanya berada di penjara.”
Acara pernikahan berlangsung di Kairo, tempat Al-Arida tinggal setelah pengasingannya. Turut hadir sejumlah mantan tahanan yang juga diasingkan ke Mesir, serta anggota keluarga dan kerabat yang diizinkan Israel melakukan perjalanan ke sana.
Pernikahan ini mengusung ritual tradisional Palestina, termasuk upacara henna dan pemakaian kufiyah, disertai lagu-lagu dan nyanyian nasional.
Al-Arida dibebaskan pada 25 Januari 2025, bagian dari gelombang kedua pertukaran tahanan antara Hamas dan Israel, yang melibatkan 121 tahanan seumur hidup dan 79 tahanan dengan hukuman tinggi, difasilitasi melalui mediasi regional dan internasional.
Ia dikenal sebagai salah satu tokoh dalam pelarian bersejarah dari penjara Gilboa pada September 2021.
Meski bebas, Israel memberlakukan pengasingan ke luar negeri terhadap beberapa tahanan Palestina yang dibebaskan, sehingga mereka tidak dapat kembali ke rumah atau berkumpul dengan keluarga di Palestina.










