Meski terletak strategis di pesisir Mediterania, Gaza tetap terperangkap di balik perbatasan yang dikunci rapat—dengan kontrol penuh Israel atas semua jalur yang menghubungkannya ke dunia luar. Akibatnya, pergerakan pangan, obat-obatan, bahan bakar, bahkan manusia, sepenuhnya bergantung pada keputusan politik dan keamanan Israel.

Gaza memiliki tujuh perlintasan utama, semuanya berada di bawah pengawasan atau kendali efektif Israel:

  • Rafah: Satu-satunya perlintasan yang sempat lepas kendali Israel secara simbolis, menghubungkan Gaza dengan Mesir, ditutup penuh sejak Mei 2024 dan kini dibuka “uji coba” mulai Senin, 2/2/2026.
  • Karem Abu Salem: Jalur komersial utama di tenggara Gaza, tempat masuknya mayoritas pangan dan bantuan kemanusiaan, tetapi volume dan jenis barang sepenuhnya diatur Israel.
  • Al-Awda (Perlintasan Kembali): Ditutup sejak 2008, dulunya digunakan untuk material bangunan, kini terbengkalai.
  • Al-Qarara: Terletak di timur Khan Younis, hanya digunakan untuk keperluan militer Israel.
  • Al-Muntar: Di timur Gaza, awalnya jalur ekspor utama ke Israel dengan kapasitas 220 truk per hari, kini beroperasi sangat terbatas.
  • Al-Shujaiya: Dikhususkan untuk bahan bakar, penghentiannya dapat melumpuhkan rumah sakit, pembangkit listrik, dan toko roti.
  • Beit Hanoun: Jalur paling utara, dulu menghubungkan Gaza ke Tepi Barat dan Israel, sepenuhnya dikontrol Israel, melayani ribuan pekerja, pedagang, dan pasien sebelum pembatasan ketat diberlakukan.

Di sisi lain, Gaza juga dilarang memanfaatkan jalur lautnya, padahal studi ekonomi menunjukkan keberadaan pelabuhan efektif bisa menurunkan biaya perdagangan 25%, meningkatkan ekspor lebih dari 27%, dan menambah pendapatan lokal sekitar 127 juta dolar per tahun.

Dengan tujuh perlintasan dan pelabuhan yang dibatasi, Gaza tetap terperangkap: ekonomi dan kehidupan sehari-hari bergerak dalam ruang sempit, dengan kerugian diperkirakan mencapai 17 miliar dolar selama 10 tahun terakhir, menurut PBB.

Sumber: Al Jazeera

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here