Warga Gaza mempertanyakan bentuk baru Penyeberangan Rafah yang baru-baru ini diperlihatkan media Israel. Foto resmi menunjukkan lorong sempit yang dikelilingi pagar besi, kawat berduri, kamera pengawas, dan peralatan pemeriksaan, memaksa warga Palestina melewatinya bolak-balik.

Seorang aktivis menulis, “Rafah.. satu pintu, penahanan tanpa akhir.. pintu terakhir, dan antrean terpanjang.” Banyak warga menilai desain baru ini lebih menyerupai gerbang penjara ketimbang jalur perjalanan, menegaskan kesan Gaza sebagai “penjara terbesar di dunia,” seperti dikatakan penulis Israel, Ilan Pappé.

Media Israel melaporkan, Rafah dibuka dalam tahap uji coba terbatas, dengan pengawasan perwakilan Uni Eropa dan Mesir. Namun, kapasitas keberangkatan dibatasi hanya 150 orang per hari, pertama kali sejak Israel menguasai sisi Rafah pada Mei 2024.

Pengguna media sosial menyoroti prosedur yang berlapis-lapis dan melelahkan: pemeriksaan empat hingga lima kali sebelum mencapai titik pemeriksaan Israel, pengawasan ketat, serta lorong sempit yang memaksa anak-anak dan pasien berjalan jauh tanpa kursi atau pendamping. Mereka menilai, langkah ini mempertegas kontrol Israel atas pergerakan warga dan memperdalam penderitaan akibat blokade yang telah berlangsung puluhan tahun.

Warga menegaskan, Rafah versi baru bukan sekadar “pembukaan gerbang” tetapi simbol nyata penahanan yang diperpanjang, memaksa setiap pelintas menimbang kembali keputusan untuk kembali ke Gaza atau meninggalkannya.

Sumber: Media Israel, Media Sosial

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here