Perserikatan Bangsa-Bangsa mencatat eskalasi kekerasan pemukim Israel terhadap warga Palestina di Tepi Barat sepanjang 2025.

Juru bicara Sekretaris Jenderal PBB, Stéphane Dujarric, menyatakan bahwa Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) telah mendokumentasikan lebih dari 1.800 serangan pemukim selama tahun tersebut.

Dalam keterangan pers pada Jumat, Dujarric menjelaskan bahwa rangkaian serangan itu menyebabkan korban luka maupun kerusakan properti di sekitar 280 komunitas Palestina yang tersebar di berbagai wilayah Tepi Barat.

Data tersebut menunjukkan bahwa kekerasan pemukim tidak bersifat sporadis, melainkan berdampak luas dan sistematis terhadap kehidupan warga sipil.

Catatan PBB ini sejalan dengan laporan Otoritas Perlawanan terhadap Tembok dan Permukiman Palestina, yang mendokumentasikan 4.723 aksi kekerasan pemukim terhadap warga dan properti Palestina sepanjang 2025. Insiden tersebut terjadi di hampir seluruh provinsi di Tepi Barat.

Menurut lembaga tersebut, serangan pemukim telah menyebabkan 14 warga Palestina syahid.

Selain itu, pemukim Israel juga dilaporkan membakar 434 properti milik warga, termasuk rumah dan lahan pertanian, yang semakin mempersempit ruang hidup dan sumber penghidupan masyarakat Palestina.

Lonjakan kekerasan ini menambah daftar panjang kekhawatiran komunitas internasional terkait situasi keamanan dan kemanusiaan di Tepi Barat, sekaligus menegaskan rapuhnya perlindungan terhadap warga sipil Palestina di tengah terus meluasnya aktivitas permukiman Israel.

Sumber: Palinfo

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here