RAMALLAH — Pasukan Teroris militer Israel menculik jurnalis senior Palestina, Alaa Al-Rimawi, di kediamannya di Kota Ramallah, Tepi Barat yang diduduki, Kamis (17/9) waktu setempat.

Mengutip Anadolu Agency, pasukan Tentara teroris Israel menerobos masuk ke dalam rumah sebelum membawa Al-Rimawi ke lokasi yang belum diketahui. Hingga kini, otoritas militer Israel belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait alasan maupun detail penculikan tersebut.

Penculikan ini terjadi kurang dari satu tahun setelah Al-Rimawi dibebaskan pada Oktober 2025, usai menjalani penahanan administratif tanpa proses peradilan selama dua tahun.

Jejak penangkapan terhadap Al-Rimawi bukan kali pertama terjadi. Militer Israel juga menculiknya pada Oktober 2023, serta pada April 2021. Pada penangkapan 2021 lalu, ia sempat dijatuhi hukuman penahanan administratif selama tiga bulan, namun dibebaskan lebih awal setelah melakukan aksi mogok makan selama satu setengah bulan.

Al-Rimawi dikenal luas sebagai koresponden Al Jazeera Mubasher sekaligus direktur jaringan media G-Media. Selain aktif di dunia pers, ia juga menggalang gerakan publik melalui media sosial.

Beberapa pekan terakhir, nama Al-Rimawi menjadi sorotan berkat inisiatif sosial yang ia cetus dengan nama “Tanazul Lillah” (Meredakan Utang demi Allah). Gerakan ini bertujuan menghimpun kesadaran warga untuk menghapuskan utang orang-orang yang terlilit kesulitan finansial di Tepi Barat dan Jalur Gaza.

Inisiatif tersebut berawal dari aduan seorang guru wanita di Palestina yang kesulitan melunasi utangnya. Al-Rimawi kemudian turun tangan memediasi sang kreditur hingga akhirnya utang tersebut diikhlaskan.

Gerakan ini bergulir cepat di media sosial dan mendapat simpati luas dari masyarakat. Nilai utang yang berhasil diikhlaskan melalui gerakan ini diperkirakan mencapai 15 juta shekel (sekitar 4,93 juta dolar AS). Cakupannya meluas mulai dari penghapusan utang bagi wanita pengungsi di Gaza hingga para pedagang yang merelakan piutang para langganan mereka yang terdampak krisis.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here