Syekh Al-Azhar Ahmed Al-Tayeb menegaskan bahwa Masjid Al-Aqsa merupakan bagian mendasar dari identitas umat Islam. Ia memperingatkan adanya upaya-upaya untuk menghapus identitas Al-Aqsa dan memalsukan karakter serta sejarahnya, yang dinilainya tidak dapat diterima.
Pernyataan tersebut disampaikan Al-Tayeb melalui unggahan di akun Facebook dan X miliknya, bertepatan dengan peringatan Isra Mikraj. Momen ini memperingati perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Baitul Maqdis, sebelum melanjutkan mi’raj ke langit.
Menurut Al-Tayeb, peringatan Isra Mikraj menegaskan kedudukan strategis dan sakral Masjid Al-Aqsa dalam ajaran Islam. Ia menekankan bahwa Al-Aqsa bukan sekadar simbol sejarah umat Islam, melainkan bagian integral dari identitas keislaman itu sendiri.
Syekh Al-Azhar juga mengingatkan bahaya rencana pembagian kawasan serta berbagai upaya yang bertujuan menghapus identitas dan mengubah karakter Masjid Al-Aqsa. Ia menegaskan, Al-Aqsa adalah amanah umat Islam yang tidak akan gugur oleh waktu dan tidak bisa dihapus oleh siapa pun.
“Masjid Al-Aqsa adalah amanah di pundak umat Islam, yang tidak pernah usang, tidak gugur, dan tidak dapat dihilangkan,” ujar Al-Tayeb.
Sejak 7 Oktober 2023, Israel dilaporkan semakin mengintensifkan kebijakan yang bertujuan mengubah identitas Al-Quds Timur yang diduduki, termasuk kawasan Masjid Al-Aqsa, melalui berbagai langkah yang dinilai mengarah pada penghapusan identitas Arab dan Islam kota tersebut.
Sumber: Al Jazeera dan Anadolu










