Sejumlah pemukim Israel menyerbu sebuah sekolah menengah atas di wilayah selatan Nablus, Tepi Barat, pada Senin (24/3). Dalam aksi tersebut, mereka menurunkan bendera Palestina dari halaman sekolah dan menggantinya dengan bendera Israel, disertai coretan slogan bernada rasial di dinding bangunan.

Sumber-sumber lokal Palestina menyebut, insiden itu terjadi di Sekolah Menengah Hawara untuk putra, yang terletak di jalan utama kota Hawara. Para pemukim masuk ke area sekolah, mencopot bendera Palestina dari tiangnya, lalu mengibarkan bendera Israel di lokasi yang sama.

Tak berhenti di situ, mereka juga meninggalkan sejumlah tulisan dalam bahasa Ibrani di tembok sekolah. Salah satu di antaranya berbunyi “kematian bagi orang Arab”, yang dinilai sebagai hasutan kebencian.

Kementerian Pendidikan dan Pendidikan Tinggi Palestina mengecam keras tindakan tersebut. Dalam pernyataan resminya, kementerian menyebut peristiwa itu sebagai pelanggaran serius terhadap kesucian institusi pendidikan, sekaligus serangan langsung terhadap lingkungan belajar yang seharusnya aman bagi siswa.

Menurut kementerian, serangan ini bukan insiden terpisah. Dalam beberapa waktu terakhir, sekolah, pelajar, dan tenaga pendidik di Tepi Barat kerap menjadi sasaran aksi serupa, yang dinilai mengancam keberlangsungan proses pendidikan.

“Kami menegaskan pentingnya melindungi institusi pendidikan dan mencegah terulangnya serangan seperti ini,” demikian pernyataan kementerian.

Sebelumnya, sejumlah misi diplomatik Barat di Al-Quds dan Ramallah juga menyuarakan keprihatinan atas meningkatnya kekerasan yang dilakukan pemukim. Mereka menilai Israel bertanggung jawab secara hukum sebagai pihak penjajah, serta menyoroti meningkatnya korban jiwa warga Palestina dalam beberapa pekan terakhir.

Di berbagai wilayah Tepi Barat, serangan terhadap properti Palestina (termasuk sekolah, rumah, dan lahan pertanian) dilaporkan terus meningkat. Sumber Palestina menyebut, aksi-aksi tersebut kerap terjadi di bawah perlindungan militer Israel.

Data menunjukkan, sekitar 750 ribu pemukim Israel kini tinggal di permukiman di Tepi Barat, termasuk sekitar 250 ribu di wilayah timur Al-Quds.

Sejak pecahnya agresi ke Gaza pada 7 Oktober 2023, serangan oleh tentara dan pemukim Israel di Tepi Barat telah menyebabkan lebih dari 1.100 warga Palestina syahid, ribuan lainnya luka-luka, serta puluhan ribu orang ditangkap.

Sumber: Anadolu Agency

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here