NEW YORK — Gerakan Perlawanan Islam Palestina, Hamas, mengecam pidato Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di hadapan Majelis Umum PBB. Hamas menyebut pidato tersebut dipenuhi kebohongan dan bertentangan dengan berbagai laporan PBB yang telah mendokumentasikan kondisi perang di Jalur Gaza.

Dalam pernyataan yang dirilis Kamis, Hamas menilai klaim Netanyahu bahwa militer Israel merupakan “tentara paling bermoral” tidak lagi dapat dipercaya. Menurut Hamas, klaim itu justru terbantahkan oleh laporan sejumlah komisi independen PBB yang mendokumentasikan tindakan yang dinilai dapat dikategorikan sebagai kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan.

Hamas juga merujuk pada kesaksian serta rekaman langsung dari berbagai pembantaian dan kebijakan kelaparan yang terus berlangsung terhadap lebih dari dua juta warga di Jalur Gaza.

Gerakan tersebut turut menyoroti pengakuan sejumlah tentara dan perwira Israel serta pernyataan yang menurut Hamas menunjukkan kebanggaan atas pembunuhan warga sipil. Hamas juga menyebut adanya seruan dari sejumlah menteri dan pejabat Israel untuk membunuh dan memindahkan paksa warga Palestina.

Delegasi Negara Keluar dari Ruang Sidang

Hamas menilai keluarnya sebagian besar delegasi negara dari ruang sidang saat Netanyahu menyampaikan pidato mencerminkan tingkat isolasi internasional yang dihadapi Israel.

Menurut Hamas, aksi tersebut juga menunjukkan meningkatnya kesadaran dunia internasional mengenai kondisi sebenarnya di wilayah Palestina yang diduduki, sekaligus dukungan terhadap hak rakyat Palestina untuk menentukan nasib sendiri dan mendirikan negara yang merdeka.

Sejumlah delegasi memang meninggalkan ruang sidang Majelis Umum PBB di New York pada Kamis ketika Netanyahu mulai menyampaikan pidatonya dalam Sidang ke-81 Majelis Umum PBB.

Rekaman dari dalam ruang sidang memperlihatkan sejumlah besar anggota delegasi meninggalkan tempat duduk mereka ketika Netanyahu mulai berbicara. Pemandangan serupa juga terjadi saat Netanyahu berpidato di hadapan Majelis Umum PBB pada tahun sebelumnya.

Hamas Soroti Kebijakan Israel di Tepi Barat

Selain Gaza, Hamas memperingatkan rencana dan kebijakan Israel di Tepi Barat yang diduduki.

Hamas menilai pidato Netanyahu memuat penyangkalan terhadap keberadaan rakyat Palestina di wilayah tersebut. Menurut Hamas, pernyataan itu juga menjadi bentuk pemberian legitimasi secara tidak langsung terhadap kejahatan yang dilakukan para pemukim Israel.

Karena itu, Hamas menyerukan agar kebijakan tersebut dilawan dengan berbagai cara.

Di bagian akhir pernyataannya, Hamas juga mengkritik keputusan yang memungkinkan Netanyahu, yang menjadi tersangka yang dicari oleh Mahkamah Pidana Internasional, berdiri di podium PBB.

Hamas menyebut pemberian kesempatan kepada Netanyahu untuk berpidato di hadapan Majelis Umum PBB sebagai “kesalahan politik”. Menurut kelompok tersebut, tempat Netanyahu seharusnya adalah di hadapan lembaga peradilan internasional untuk mempertanggungjawabkan apa yang disebut Hamas sebagai kejahatan terhadap rakyat Palestina.

Sumber: Al Jazeera

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here