RAMALLAH — Bebasnya tawanan wanita Palestina, Dana Joudeh (35 tahun), bersama bayi yang baru dilahirkannya di Penjara Damon, kembali menyentak kesadaran publik. Peristiwa pahit ini menyingkap kelamnya nasib para perempuan hamil yang harus melahirkan di bawah tekanan intimidasi dan jeruji besi Israel.
Otoritas Penjajah Israel membebaskan Dana Joudeh di Pos Pemeriksaan Al-Jalameh dekat Jenin, sebelum ia dan bayinya dilarikan ke rumah sakit di Ramallah untuk mendapatkan perawatan medis darurat.
Nadi Al-Asir (Klub Tahanan Palestina) mencatat, Dana (yang juga ibu dari seorang anak lainnya) ditangkap saat hamil tua dan langsung dijebloskan ke tahanan administratif tanpa proses pengadilan selama enam bulan.
Lembaga-lembaga hak asasi manusia menekankan, tawanan hamil di penjara Israel harus menghadapi kondisi yang sangat memprihatinkan, tepat di fase ketika mereka membutuhkan asupan nutrisi, perawatan medis, dan pertolongan psikologis yang krusial.
Kejahatan Berkelanjutan dan Kebijakan Kelaparan
Komisi Urusan Tahanan dan Mantan Tahanan Palestina melayangkan tuduhan keras kepada otoritas penjara Israel atas keselamatan Dana dan bayinya. Mereka menyebut keputusan memenjarakan perempuan hamil, membiarkannya tanpa penanganan medis memadai, hingga memaksanya melahirkan di dalam penjara sebagai bentuk pelanggaran berat terhadap hukum internasional.
“Memaksa seorang ibu melahirkan bayinya di balik jeruji besi adalah kejahatan berganda yang menabrak nilai-nilai kemanusiaan,” tegas pernyataan resmi komisi tersebut.
Penderitaan yang dialami Dana sebenarnya sudah diwanti-wanti sejak pertengahan tahun ini. Pada 23 Juni lalu, Komisi Tahanan membunyikan alarm bahaya terkait kondisi tiga tahanan hamil (salah satunya Dana Joudeh) yang sengaja dikelaporkan dan disekap dalam kondisi tak manusiawi. Akses kunjungan bagi keluarga maupun Komite Internasional Palang Merah (ICPR) diputus total.
Hasil pemantauan hukum dan kesaksian para mantan tahanan mengonfirmasi bahwa otoritas penjara Israel secara masif melancarkan aksi balas dendam, termasuk perlakuan kasar dan interogasi fisik tanpa memedulikan kondisi kehamilan korban.
Jejak Gelap Sejarah: Melahirkan Dalam Keadaan Terikat
Tragedi yang menimpa Dana Joudeh bukanlah kasus tunggal, melainkan bagian dari sejarah panjang penindasan yang berulang selama puluhan tahun di penjara-penjara Israel.
- Zakia Shamout (1972): Tahanan perempuan Palestina pertama yang melahirkan di penjara. Ia melahirkan bayinya, Nadia, di dalam sel isolasi Penjara Neve Tirza setelah ditangkap saat usia kandungannya menginjak lima bulan.
- Mervat Taha (2003) & Aisha Al-Kurd (1988): Kedua ibu ini dipaksa menjalani proses persalinan dengan tangan dan kaki terikat pada ranjang rumah sakit. Putra Aisha, Yasir, yang lahir saat ibunya berstatus tahanan, gugur dalam serangan udara Israel di Gaza pada 1 Agustus 2014.
- Samar Subeih (2006): Ditangkap saat hamil tiga bulan, Samar menuturkan dirinya diborgol hingga menjelang pintu ruang operasi, dan kembali diikat sesaat setelah operasi pembedahan selesai.
- Manal Ghanem (2003): Melahirkan putranya, Noor, di dalam penjara. Pada Mei 2006, sang bayi dipisahkan secara paksa dari ibunya. Sejak saat itu, Manal hanya bisa melihat tumbuh kembang anaknya dari balik kaca pembatas yang tebal hingga masa tahanannya usai.










