Spirit of Aqsa- Bagaimana mungkin seseorang tega membunuh seorang ayah muda yang tengah menantikan kelahiran anak pertamanya? Bagaimana mungkin seorang anak menjadi yatim sebelum mendengar suara bahagia ayahnya?

Jurnalis Ayman Al-Jadi dari Gaza syahid ketika tengah menunggu kelahiran anak pertamanya di depan gerbang Rumah Sakit Al-Awda, Kamp Pengungsi Nuseirat, di tengah Jalur Gaza.

Ayman adalah salah satu dari lima jurnalis yang syahid akibat serangan udara Israel pada Kamis dini hari. Serangan tersebut menargetkan kendaraan siaran luar milik stasiun televisi Al-Quds Today yang terparkir di Kamp Nuseirat. Serangan ini menjadi bagian dari upaya Israel untuk membungkam kebenaran, yang semakin meningkat selama 447 hari agresi terhadap Gaza.

Stasiun televisi Al-Quds Today merilis pernyataan belasungkawa untuk kelima jurnalis, yakni Faisal Abu Al-Qumsan, Ayman Al-Jadi, Ibrahim Al-Sheikh Khalil, Fadi Hassouna, dan Muhammad Al-Lad’ah. Mereka menggambarkan insiden ini sebagai “kejahatan yang menambah daftar panjang serangan Israel terhadap jurnalis Palestina,” menegaskan bahwa mereka gugur saat menjalankan tugas jurnalistik dan kemanusiaan mereka.

Serangan Mematikan di Kamp Nuseirat

Menurut saksi mata, sebuah pesawat Israel meluncurkan rudal yang langsung menghantam kendaraan siaran luar yang berada di depan Rumah Sakit Al-Awda. Serangan ini menewaskan kelima jurnalis dan membakar kendaraan tersebut hingga hancur total.

Kepergian yang Menyayat Hati

Di media sosial, sebuah video beredar memperlihatkan Ayman merayakan kelahiran anak pertamanya beberapa jam sebelum ia gugur.

Jurnalis Munib Saadeh menulis di akun Facebook-nya bahwa Ayman, syahid kebenaran, tengah menunggu di depan Rumah Sakit Al-Awda untuk menyambut kelahiran anaknya. Namun, “serangan Israel lebih cepat datang daripada momen kebahagiaan itu. Ia pergi pada hari kelahiran anaknya, membawa pesan kebenaran, meninggalkan kisah duka, dan suara jujurnya yang takkan terlupakan.”

Ancaman bagi Jurnalis Palestina

Hingga kini, lebih dari 190 jurnalis telah syahid dalam agresi Israel terhadap Gaza, dan lebih dari 400 lainnya terluka sejak 7 Oktober 2023, menurut laporan Persatuan Jurnalis Palestina.

Serangan terhadap kendaraan para jurnalis ini menjadi bukti kejahatan yang disengaja. “Mobil siaran dengan tanda jelas, para jurnalis mengenakan seragam mereka, dan lokasi mereka berada di depan rumah sakit, bukan di medan perang. Ini adalah kejahatan terencana yang melanggar hukum internasional,” tulis jurnalis Basil Khalaf di akun Facebook-nya.

Permintaan Perlindungan Internasional

Persatuan Jurnalis Palestina mengutuk kejahatan ini dan menyerukan kepada komunitas internasional serta organisasi hak asasi manusia untuk segera mengambil tindakan melindungi jurnalis Palestina.

Dengan dukungan Amerika Serikat, Israel sejak 7 Oktober 2023 telah melakukan genosida di Gaza, menyebabkan lebih dari 154 ribu warga Palestina gugur atau terluka, sebagian besar adalah anak-anak dan perempuan, di tengah kehancuran masif dan krisis kemanusiaan terburuk dalam sejarah.

Sumber: Al Jazeera

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here