KHAN YUNIS — Jurnalis dan penyiar Palestina Muhammad Abdul Aziz Al-Najjar syahid setelah sebuah drone Israel menyerang sekelompok warga di sekitar Masjid Al-Awqaf, kawasan Al-Mawasi, utara Khan Yunis, Gaza selatan, Rabu (30/9).

Kompleks Medis Nasser mengonfirmasi kesyahidan Al-Najjar. Sejumlah warga lainnya yang terluka dalam serangan tersebut masih menjalani perawatan di rumah sakit.

Al-Najjar merupakan penyiar di Radio Alquran Al-Karim. Di tengah perang dan gelombang pengungsian yang terus berlangsung, ia tetap menjalankan pekerjaannya di bidang media.

Ia sendiri merupakan warga yang mengungsi dari Khuz’a, wilayah timur Khan Yunis. Selain bekerja sebagai penyiar, Al-Najjar juga menjadi imam Masjid Ibad Al-Rahman.

Kesyahidannya menambah duka keluarganya. Al-Najjar kini menyusul saudaranya, Muhannad, yang lebih dulu syahid selama perang di Gaza.

Dengan kesyahidan Al-Najjar, jumlah jurnalis dan pekerja media Palestina yang syahid sejak dimulainya perang Israel di Jalur Gaza pada Oktober 2023 mencapai 263 orang. Angka tersebut merujuk pada data Sindikat Jurnalis Palestina dan Kantor Media Pemerintah di Gaza.

Serangan terhadap Al-Najjar terjadi ketika pelanggaran Israel di Gaza masih terus berlangsung.

Dalam insiden terbaru lainnya, sebuah bus angkutan umum di kawasan Tel Al-Hawa, barat daya Kota Gaza, menjadi sasaran serangan. Sebanyak enam warga dilaporkan syahid dan 15 lainnya terluka.

Sumber-sumber lokal juga melaporkan sejumlah warga terluka akibat serangan Israel yang menyasar beberapa wilayah di Khan Yunis dan sekitarnya. Penembakan dari kendaraan militer Israel juga dilaporkan terjadi di sejumlah titik, terutama di kawasan timur dan selatan Khan Yunis.

Kawasan Al-Mawasi Khan Yunis sendiri selama beberapa waktu terakhir berulang kali menjadi sasaran serangan Israel. Padahal, kawasan tersebut dipadati warga Palestina yang mengungsi setelah terusir dari berbagai wilayah Gaza akibat gelombang serangan dan perintah evakuasi berulang.

Bagi warga yang telah kehilangan rumah dan berpindah dari satu tempat ke tempat lain, Al-Mawasi semestinya menjadi tempat berlindung. Namun, serangan kembali menyasar kawasan tersebut.

Kesyahidan Al-Najjar sekaligus memperlihatkan risiko yang terus dihadapi pekerja media Palestina. Di tengah perang, mereka bukan hanya menjalankan tugas jurnalistik, tetapi juga bertahan hidup bersama keluarga dan masyarakat yang menjadi korban serangan.

Sumber: Al Jazeera, Media Palestina

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here