RAMALLAH — Pasukan Penjajah Israel menghancurkan dua rumah warga Palestina di Kabupaten Jenin dan Ramallah, Tepi Barat yang diduduki. Aksi penggusuran ini berlangsung di tengah pengerahan militer skala besar, penutupan jalan-jalan utama, serta gelombang penggerebekan dan penangkapan yang terus meluas di berbagai wilayah.

Di kawasan Stasiun Arraba, barat daya Jenin, militer Israel menerjunkan tiga buldoser dan sejumlah kendaraan tempur. Aparat mengepung lokasi setelah memblokir seluruh akses masuk, sebelum akhirnya meratakan sebuah bangunan rumah berlantai tiga.

Laporan dari lapangan menyebutkan, aparat bersenjata bersiaga ketat di sekitar Bundaran Arraba dan menutup total jalur utama Nablus–Jenin selama proses pembongkaran berlangsung.

Di Kabupaten Ramallah dan Al-Bireh, buldoser militer merubuhkan sebuah rumah berluas sekitar 200 meter persegi di Kota Ni’lin, sebelah barat Ramallah. Penyerbuan ini dilakukan pasukan bersenjata yang mengawal dua unit buldoser ke area barat kota.

Wali Kota Ni’lin, Emad Al-Khawaja, menjelaskan bahwa rumah yang dihuni satu keluarga beranggotakan lima orang itu tetap dihancurkan meski sang pemilik telah mengajukan keberatan hukum sejak menerima surat peringatan bulan lalu. Otoritas pendudukan berkilah bangunan tersebut berdiri di kawasan yang diklaim sebagai area cagar alam.

Langkah ini memperpanjang deretan tindakan represif Israel di Tepi Barat. Kawasan Stasiun Arraba sendiri sebelumnya kerap menjadi sasaran penggusuran dan perataan atas fasilitas komersial serta lahan pertanian milik warga setempat.

Penggerebekan dan Penutupan Akses

Tak hanya pembongkaran bangunan, penggerebekan masif juga mengguncang Kabupaten Hebron, mencakup kawasan Beit Ummar, Idhna, Dura, dan Yatta. Aparat menggeledah rumah-rumah serta kendaraan warga, sekaligus menggelar interogasi lapangan terhadap sejumlah penduduk, termasuk seorang jurnalis.

Militer Penjajah Israel turut mendirikan pos pemeriksaan di pintu-pintu masuk Kota Hebron dan pemukiman sekitarnya. Akses jalan utama maupun jalan lingkar ditutup menggunakan pintu besi, blok beton, serta tumpukan tanah, yang melumpuhkan total mobilitas warga.

Di wilayah selatan Hebron, sekelompok pemukim Yahudi yang dikawal tentara menggembalakan ternak sapi mereka di lahan zaitun milik warga di kawasan Wadi Al-Naffakh, Desa Al-Burj, hingga merusak tanaman pertanian setempat.

Di Nablus, delapan warga Palestina ditangkap dalam operasi penggerebekan subuh yang menyasar beberapa kawasan dan Kamp Balata di timur kota. Sementara itu di Qalqilya, empat warga ditahan setelah pasukan menginvasi kota serta Desa Kafr Qaddum, Hajja, dan Baqah al-Hatab melalui penggeledahan yang berlangsung selama berjam-jam.

Eskalasi Pasca-Bentrokan di Till

Eskalasi beruntun ini menyusul insiden berdarah di Desa Till, barat Nablus, yang menewaskan empat warga Palestina dan dua warga Israel, salah satunya berpangkat mayor. Peristiwa tersebut disusul lonjakan serangan kelompok pemukim Yahudi terhadap desa-desa Palestina.

Data Komisi Perlawanan Tembok dan Pemukiman Palestina mencatat, pasukan Penjajah Israel beserta pemukim Yahudi telah melakukan 11.074 pelanggaran dan serangan terhadap warga Palestina maupun aset milik mereka sepanjang paruh pertama tahun 2026. Dari angka tersebut, sebanyak 20 warga Palestina tewas diterjang timah panas kelompok pemukim sejak awal tahun ini.

Sumber: Diterjemahkan dan Diolah dari Al Jazeera

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here