Gaza — Anggota Biro Politik Hamas, Basem Na’im, menuntut media Barat untuk memberikan permintaan maaf terbuka atas peran mereka yang dianggap membela Israel dan memutihkan citra pelaku genosida di Gaza. Pernyataan itu disampaikan Na’im pada Kamis (29/1/2026), menyoroti pembelaan buta terhadap narasi Israel selama genosida.
Na’im menegaskan, Israel mengakui angka yang dikeluarkan Kementerian Kesehatan Gaza, yang menyebut sekitar 70 ribu warga Gaza syahid selama genosida. Angka ini belum termasuk mereka yang masih tertimbun di bawah reruntuhan.
Sementara, data resmi Kementerian Kesehatan mencatat 71.667 warga Palestina tewas akibat serangan militer Israel sejak perang dimulai hingga kemarin, dan angka ini telah dikonfirmasi oleh sejumlah lembaga internasional dan PBB.
“Selama berbulan-bulan perang dan pembantaian di Gaza, alat-alat propaganda dan media Barat (termasuk institusi besar seperti BBC, CNN, New York Times, Fox News, dan lainnya) membela narasi Israel secara buta,” kata Na’im.
Dia menambahkan, media-media yang menutupi genosida dan memutihkan pelaku kejahatan ini harus memberikan permintaan maaf secara resmi. Selain itu, mereka diminta mengembalikan pekerja yang diberhentikan karena membela hak-hak Palestina, serta melakukan evaluasi serius terhadap nilai-nilai yang mereka klaim pegang, termasuk kebebasan, martabat, dan hak asasi manusia.
Sumber: Al Jazeera









