GAZA — Pasukan penjajah Israel dilaporkan terus melanggar kesepakatan gencatan senjata di Jalur Gaza. Berbagai operasi militer berupa pemboman artileri, penembakan intensif, hingga peledakan kompleks bangunan tempat tinggal melanda sejumlah titik strategis di wilayah kantong tersebut sepanjang hari Kamis.
Berdasarkan data dari sumber lokal, seorang wanita Palestina dilaporkan mengalami luka tembak akibat berondongan peluru yang dilepaskan oleh kendaraan militer Israel di wilayah Al-Faluja, sebelah barat kamp pengungsi Jabalia, Gaza utara.
Serangan tidak berhenti di sana. Unit artileri militer Israel membombardir area barat laut kota Rafah di ujung selatan Jalur Gaza. Pada saat yang sama, kendaraan tempur lapis baja melepaskan tembakan beruntun berkaliber berat di wilayah timur Khan Younis serta lingkungan sekitar distrik Al-Tuffah, Gaza timur.
Di koridor Gaza timur ini pula, pasukan infanteri dan zeni Israel melakukan operasi penumbangan (demolition) dengan meledakkan sejumlah blok apartemen dan bangunan hunian sipil hingga rata dengan tanah.
Serangan Merembet ke Jalur Pantai
Gencatan senjata sembiring ini kian diambang kelumpuhan total setelah armada laut Israel ikut bergerak. Kapal-kapal perang (gunboats) milik militer pendudukan dilaporkan melepaskan tembakan meriam ke arah garis pantai kota Khan Younis di selatan serta wilayah pesisir bagian tengah Jalur Gaza, mengintimidasi para nelayan setempat.
Aksi militer terstruktur ini menyasar titik-titik konsentrasi pengungsi serta wilayah pertahanan sipil yang masuk dalam perimeter “The Yellow Line” (Garis Kuning). Pola penyerangan ini berjalan beriringan dengan pengetatan blokade darat berupa pembatasan ketat masuknya truk komoditas barang dagangan, pasokan logistik bantuan kemanusiaan, serta izin evakuasi medis ke luar negeri.
Korban Jiwa Sejak Gencatan Senjata Lampaui 1.000 Jiwa
Menurut rilis data statistik berkala yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan Palestina, jumlah korban jiwa sipil justru terus merangkak naik sejak kesepakatan gencatan senjata diumumkan pertama kali pada 10 Oktober lalu.
Data terbaru menunjukkan bahwa sejak gencatan senjata mulai berlaku pada 10 Oktober 2025, agresi militer di Jalur Gaza masih terus menelan korban. Tercatat 1.094 warga Palestina syahid, 3.507 orang mengalami luka-luka, sementara 799 jenazah berhasil dievakuasi dari berbagai lokasi.
Secara akumulatif, sejak dimulainya agresi pada 7 Oktober 2023, jumlah korban telah mencapai 73.120 jiwa gugur dan 173.615 orang luka-luka, mencerminkan besarnya dampak kemanusiaan yang masih terus berlangsung di Jalur Gaza.
Tingginya akumulasi angka kematian dan cedera ini menjadi indikator kuat mengenai masifnya biaya manusia (human cost) yang harus dibayar oleh warga sipil Gaza di tengah mandeknya implementasi perjanjian damai di tingkat regional. (Sumber: Palestinian Information Center)










