KHAN YOUNIS – Selasa ini, langit Gaza kembali mengirimkan maut, mengabaikan dokumen gencatan senjata yang seharusnya menjamin keamanan warga sipil sejak Oktober tahun lalu. Lima nyawa melayang, termasuk seorang bocah berusia sembilan tahun, dalam serangkaian serangan udara yang presisi namun mematikan.
Di Khan Younis, bagian selatan Gaza, mesin perang tanpa awak (drone) Israel dilaporkan melepas rudal di sekitar Bundaran Abu Hamid. Korbannya adalah Adel al-Najjar, bocah sembilan tahun yang tewas seketika. Seorang pemuda berusia 30 tahun juga dilaporkan terluka parah dalam insiden tersebut. Menurut kesaksian warga kepada Anadolu, wilayah ini sebenarnya berada di luar zona operasi aktif militer Israel (IDF).
Eksekusi di Jalanan Kota
Geografi kekerasan ini meluas hingga ke Kota Gaza. Sebuah mobil sipil yang tengah melintas di kawasan Bundaran Haidar, bagian barat kota, lumat dihantam rudal drone. Empat orang di dalamnya tewas, termasuk seorang ayah dan anak laki-lakinya. Pemandangan bangkai kendaraan yang hangus menjadi saksi bisu betapa rapuhnya klaim “penghentian permusuhan”.
Di utara, pola kekerasan berubah menjadi tembakan darat. Muna al-Tayebin, perempuan berusia 49 tahun, kini dalam kondisi kritis setelah timah panas militer Israel menerjangnya di kawasan Al-Tawam. Saksi mata di lokasi menyebut tentara sengaja mengarahkan tembakan ke arah Kamp Mesir, meskipun wilayah tersebut tidak masuk dalam daftar area pembersihan militer.
Neraca Kerugian: Damai yang Berdarah
Data terbaru dari Kementerian Kesehatan di Gaza mengungkap realitas yang kontras dengan narasi perdamaian yang dipromosikan Washington. Sejak kesepakatan 10 Oktober 2025 berlaku, pelanggaran harian Israel telah mencatat angka-angka yang mengerikan:
- Syuhada: Mencapai 818 jiwa hingga Selasa pagi.
- Korban Luka: Menembus angka 2.301 orang.
- Total Syuhada (Sejak Okt 2023): 72.594 jiwa.
- Total Luka-luka (Sejak Okt 2023): Lebih dari 172.000 jiwa.
Dapur Data: Statistik Pelanggaran Gencatan Senjata (Update April 2026)
| Lokasi Serangan | Jenis Alutsista | Dampak Strategis |
| Khan Younis (Selatan) | Drone / Rudal | Kematian anak; intimidasi di pusat kota. |
| Kota Gaza (Barat) | Drone / Rudal | Penghancuran kendaraan sipil; target target keluarga. |
| Al-Tawam (Utara) | Senjata Api / Infanteri | Luka berat warga sipil; serangan di luar zona kontrol. |
| Jabalia (Utara) | Artileri / Meriam | Penembakan intensif di area pengungsian. |
Puing yang Tersisa
Kesepakatan yang ada saat ini lahir dari abu genosida yang dimulai pada 7 Oktober 2023. Perang panjang ini telah melumat hampir 90 persen infrastruktur sipil di Gaza. Meski ada payung diplomasi, serangan harian ke daerah-daerah seperti Jabalia Timur menunjukkan bahwa militer Israel masih mempertahankan “fleksibilitas operasional” yang mengorbankan keselamatan warga sipil.










