Mantan juara dunia kelas ringan Ultimate Fighting Championship (UFC) asal Rusia, Khabib Nurmagomedov, tak pernah ragu menunjukkan pembelaan dan kepeduliannya terhadap Palestina. Sejak eskalasi genosida di Gaza memuncak, petarung berjuluk “The Eagle” ini konsisten membagikan unggahan yang mendokumentasikan kehancuran serta krisis kemanusiaan di wilayah tersebut.
Namun, belakangan ini legenda bertarung asal Dagestan itu mengungkap harga mahal yang harus ia bayar secara pribadi atas keberaniannya bersuara membela hak-hak warga Palestina.
Mengedepankan Kemanusiaan di Atas Materi
Dalam sebuah rekaman video yang dibagikan oleh kreator konten digital Sneako, Khabib membeberkan bagaimana dukungan terbukanya terhadap Palestina memicu pemutusan kontrak kerja sama dan sponsor dari sejumlah perusahaan besar secara sepihak.
“Sebagai atlet ternama, bayangkan ketika Anda mengunggah sesuatu tentang mereka (Palestina), Anda seketika kehilangan kontrak dan sponsor. Banyak sponsor menolak bekerja sama dengan atlet yang mendukung Palestina. Bahkan bukan cuma mendukung, sekadar bersuara pun mereka langsung membatalkan kontrak,” ujar Khabib.
Petarung berusia 37 tahun itu juga menegaskan bahwa konsekuensi finansial ini tidak hanya menimpa dirinya, tetapi juga rekan-rekan setimnya di Dagestan.
“Apakah Anda pikir hal ini tidak terjadi pada saya, Islam (Makhachev), atau Usman (Nurmagomedov)? Ini terjadi pada kami, dan kami kehilangan banyak uang. Namun bagi kami, uang tidak ada artinya jika dibandingkan dengan nyawa manusia,” tegas mantan pemegang sabuk juara kelas ringan UFC tersebut.
Khabib mengaku merasa memikul tanggung jawab moral untuk menyampaikan realitas di lapangan kepada publik dunia. Dibandingkan memilih bungkam demi mengamankan pundi-pundi materi, ia menegaskan lebih memilih untuk terus menyuarakan apa yang ia sebut sebagai “penderitaan yang memilukan.”
Impian Khabib untuk Masa Depan Palestina
Keberpihakan Khabib pada Palestina tidak hanya sebatas unggahan di media sosial atau pernyataan sikap. Pada sebuah acara komunitas yang diselenggarakan oleh Miftaah Institute di Amerika Serikat pertengahan 2025 lalu, Khabib sempat membagikan impian terbesarnya untuk masa depan rakyat Palestina.
Di hadapan para hadirin, Khabib mengutarakan harapannya untuk melihat Palestina berdiri sebagai negara merdeka yang berdaulat, lengkap dengan fasilitas infrastruktur modern seperti bandara yang indah di Jalur Gaza.
“Saya bermimpi bisa membuka sekolah pertarungan saya di sana—Khabib Gym—dan mendatangkan pelatih-pelatih terbaik untuk melatih anak-anak Gaza. Saya yakin, dari sana akan lahir atlet-atlet tangguh yang akan mewakili negaranya yang indah di kancah internasional,” tutur Khabib optimistis.
Dipublikasikan ulang dan diolah dari sumber asli Al-Jazeera dan Jejaring Media Sosial.










