HEBRON – Gelombang teror di Tepi Barat yang diduduki masih jauh dari kata usai. Hari ini, eskalasi kekerasan kembali memuncak setelah pasukan militer Israel menyerbu Kamp Pengungsian Al-Fawwar di selatan Hebron, memicu bentrokan sengit dengan pemuda setempat.

Di waktu yang hampir bersamaan, amukan kelompok pemukim ilegal Yahudi di kota Surif, utara Hebron, menyisakan pemandangan pilu: seorang bapak dan anak kandungnya terkapar bersimbah darah setelah ditembus peluru tajam.

Melansir laporan koresponden Al Jazeera dan kantor berita Palestina Wafa, gerombolan pemukim radikal tersebut melancarkan serangan brutal di bawah kawalan dan perlindungan ketat dari tentara Israel.

Masyarakat Bulan Sabit Merah Palestina mengonfirmasi bahwa tim medis di lapangan berkejaran dengan waktu untuk mengevakuasi sang bapak dan anaknya ke rumah sakit terdekat akibat luka tembak serius.

Tak hanya peluru, kekejaman di Surif juga menyasar seorang pemuda setempat. Ia dilarikan ke ruang darurat dengan kondisi rahang retak dan sekujur tubuh lebam usai dikeroyok menggunakan gada dan balok kayu oleh massa pemukim ilegal.

Pasca-serangan tersebut, militer Israel langsung bergerak mengunci kota dengan mendirikan pos pemeriksaan darurat di dekat Sekolah Bilal bin Rabah, menghentikan setiap deru napas dan pergerakan warga sipil di sana.

Rumah Direktur Klub Tahanan Diacak-acak

Sementara itu di Kamp Al-Fawwar, suasana mencekam tergambar jelas saat moncong laras panjang tentara Israel mulai memasuki pemukiman padat penduduk.

Tentara Israel dilaporkan melepaskan rentetan peluru tajam, melemparkan granat suara (stun grenades), serta menembakkan gas air mata yang membuat ruang-ruang sempit di dalam kamp pengungsian itu pengap dan beracun.

Skenario penggerebekan ini mengikuti pola yang sudah-sudah: pintu-pintu rumah warga didobrak paksa, pemiliknya disandera di bawah todongan senjata, dan seluruh isi ruangan diacak-acak tanpa alasan jelas.

Salah satu rumah yang menjadi sasaran amukan ini adalah kediaman Amjad Al-Najjar, Direktur Jenderal Klub Tahanan Palestina (Palestinian Prisoners Club). Di sudut jalan kamp, kamera jurnalis sempat menangkap momen seorang pemuda lokal dipukuli, diikat tangannya, lalu dipaksa duduk tak berdaya di atas tanah berbatu di bawah tatapan dingin para serdadu.

Statistik Kuasa dan Angka yang Terus Berdarah

Penggerebekan di Al-Fawwar dan teror pemukim di Surif bukanlah insiden kasual yang berdiri sendiri. Ini adalah bagian dari mesin opresi harian yang kian masif bergerak di Tepi Barat.

Data dari Otoritas Perlawanan Tembok dan Permukiman Palestina menunjukkan betapa gilanya frekuensi kekerasan ini. Hanya dalam kurun waktu satu bulan pada Mei lalu saja, telah terjadi 1.659 kasus serangan di Tepi Barat.

Kalkulasinya jelas: 1.108 serangan dilakukan langsung oleh institusi militer resmi Israel, dan 551 sisanya digerakkan oleh milisi sipil pemukim ilegal Yahudi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here