Sedikitnya 10 warga Palestina syahid dan lainnya luka-luka dalam rangkaian serangan Israel di Jalur Gaza pada Selasa. Serangan terjadi di sejumlah titik di Kota Gaza, di tengah berlanjutnya pelanggaran gencatan senjata yang telah berjalan sekitar enam bulan.
Sumber medis di Gaza melaporkan, lima jenazah tiba di Rumah Sakit Al-Shifa setelah serangan udara menghantam Kamp Al-Shati, Gaza barat. Saksi mata menyebutkan, drone Israel menargetkan sekelompok warga yang melintas di depan bangunan sederhana berbahan seng di sekitar persimpangan Al-Danf.
Serangan itu tidak hanya mengenai warga yang berada di luar, tetapi juga pekerja di dalam bangunan serta penduduk sekitar.
Serangan menyasar kendaraan sipil dan pengungsi
Sebelumnya pada hari yang sama, empat warga Palestina, termasuk seorang anak, syahid setelah serangan Israel menghantam kendaraan polisi di Gaza timur. Sumber medis menyebut serangan itu dilakukan secara langsung oleh drone yang menembakkan rudal ke kendaraan milik kantor polisi kawasan Al-Daraj dan Al-Tuffah saat melintas di Jalan Al-Nafaq.
Seluruh penumpang di dalam kendaraan dilaporkan syahid, sementara sejumlah warga yang berada di sekitar lokasi mengalami luka-luka akibat ledakan.
Di lokasi lain, seorang remaja juga syahid setelah tertembak di bagian kepala saat berada di dalam kamp pengungsian di Jabalia, Gaza utara.
Serangan tidak berhenti di situ. Pasukan Israel dilaporkan menghancurkan bangunan di wilayah timur Al-Tuffah, sementara artileri terus menggempur kawasan tersebut dan lingkungan Shujaiya. Serangan udara dari helikopter juga dilaporkan terjadi bersamaan.
Di wilayah selatan, tembakan artileri kembali diarahkan ke kawasan tenggara Khan Younis, disertai serangan dari helikopter. Sementara itu, kapal perang Israel menembaki wilayah pesisir Khan Younis hingga Rafah, memperluas jangkauan serangan ke area pantai.
Kekerasan meluas ke Tepi Barat
Di Tepi Barat, situasi tidak kalah tegang. Tiga warga Palestina dilaporkan luka-luka setelah diserang pemukim Israel di dekat kota Tuqu’, selatan Bethlehem. Penyerang menggunakan semprotan merica dan mencoba merampas ternak milik warga.
Korban kemudian dilarikan ke fasilitas kesehatan setempat untuk mendapatkan perawatan.
Sejak Selasa dini hari, pasukan Israel juga melakukan serangkaian penggerebekan dan penangkapan di sejumlah wilayah, termasuk Qalandiya, Hebron, Nablus, Tubas, Tulkarm, dan Ramallah. Puluhan warga ditangkap, termasuk anak-anak.
Operasi tersebut disertai penggeledahan rumah dan perusakan barang-barang milik warga. Intensitas pelanggaran di Tepi Barat terus meningkat sejak Oktober 2023, dengan ribuan korban syahid, luka-luka, dan penahanan massal.
Gencatan senjata yang terus dilanggar
Peristiwa ini terjadi di tengah berjalannya kesepakatan gencatan senjata di Gaza yang ditandatangani pada Oktober 2025, setelah dua tahun perang yang luas. Namun di lapangan, serangan hampir terjadi setiap hari.
Data Kementerian Kesehatan Gaza mencatat, sejak kesepakatan itu berlaku, sedikitnya 760 warga Palestina syahid dan lebih dari 2.100 lainnya luka-luka akibat pelanggaran yang terus terjadi.
Sementara itu, kantor media pemerintah Gaza menyebut Israel telah melakukan sekitar 2.400 pelanggaran, mencakup serangan militer, penangkapan, blokade, hingga kebijakan yang mengarah pada pembatasan pangan.
Situasi ini memunculkan kembali pertanyaan tentang efektivitas gencatan senjata yang ada. Di atas kertas, kesepakatan masih berlaku. Namun di lapangan, kekerasan terus berlangsung, memperlihatkan jurang yang semakin lebar antara komitmen formal dan realitas yang dihadapi warga sipil setiap hari.










