Jumlah jurnalis Palestina yang syahid dalam perang di Jalur Gaza terus bertambah. Kantor Media Pemerintah di Gaza mengumumkan bahwa angka tersebut kini mencapai 261 jurnalis, setelah syahidnya jurnalis Palestina Amal Mohammad Shammali dalam serangan udara Israel pada Senin (9/3/2026).

Dalam pernyataan resminya, lembaga tersebut menyebutkan bahwa Shammali (yang bekerja sebagai koresponden untuk Qatar Radio) menjadi korban terbaru sejak perang dimulai pada 8 Oktober 2023.

Serangan tersebut terjadi di kawasan Al-Sawarha, Jalur Gaza, wilayah di bagian tengah Gaza yang saat itu dipenuhi tenda-tenda pengungsi. Sumber lokal mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa sedikitnya tiga warga Palestina syahid dalam serangan tersebut, termasuk Shammali yang berusia 46 tahun.

Kantor Media Pemerintah Gaza menilai kematian Shammali sebagai bagian dari pola serangan yang mereka sebut “sistematis” terhadap jurnalis Palestina.

Dalam pernyataannya, lembaga itu mendesak organisasi hak asasi manusia serta lembaga pers internasional dan Arab untuk mengutuk serangan tersebut. Mereka juga menyerukan agar kasus-kasus ini dibawa ke pengadilan internasional, serta menekan Israel agar menghentikan serangan terhadap warga sipil dan memberikan perlindungan bagi para jurnalis di lapangan.

Sejak perang pecah pada Oktober 2023, Gaza menjadi salah satu wilayah paling berbahaya bagi pekerja media. Banyak jurnalis tetap melaporkan situasi di lapangan meski bekerja di tengah serangan udara, keterbatasan komunikasi, dan kondisi kemanusiaan yang memburuk.

Perang yang berlangsung hampir dua tahun telah meninggalkan kerusakan luas di Jalur Gaza. Data otoritas Gaza menyebutkan lebih dari 72 ribu warga Palestina syahid dan sekitar 172 ribu lainnya terluka sejak perang dimulai.

Serangan yang berlangsung terus-menerus juga menghancurkan sebagian besar infrastruktur sipil. Perserikatan Bangsa-Bangsa memperkirakan sekitar 90 persen fasilitas sipil di Gaza rusak atau hancur, dengan biaya rekonstruksi yang diperkirakan mencapai 70 miliar dolar AS.

Upaya menghentikan kekerasan sempat menghasilkan kesepakatan gencatan senjata pada 10 Oktober 2025. Namun menurut laporan di lapangan, kesepakatan itu terus dilanggar melalui serangan udara dan tembakan sporadis.

Hingga Senin kemarin, pelanggaran tersebut dilaporkan telah menyebabkan 648 warga Palestina kembali syahid dan 1.728 lainnya terluka.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here