Sejumlah pemukim Israel menggelar doa Talmud “shaharit” atau doa pagi Yahudi di kompleks Makam Yusuf, Kota Nablus, Tepi Barat, Kamis (20/1/2026). Aksi ini disebut sebagai yang pertama terjadi dalam 25 tahun terakhir.

Koresponden Al Jazeera, Laith Jarrar, melaporkan bahwa pelaksanaan doa tersebut didahului oleh operasi militer besar-besaran Israel di Nablus sejak Rabu malam. Pasukan Israel memaksa banyak warga Palestina meninggalkan rumah mereka dan baru mengizinkan kembali pada Kamis pagi.

Meski bukan kali pertama Israel memfasilitasi masuknya pemukim ke Makam Yusuf, ini menjadi pertama kalinya ritual doa Talmud dilakukan di lokasi tersebut sejak seperempat abad terakhir. Aksi ini turut dihadiri anggota parlemen Israel dari kelompok sayap kanan, Zvi Sukkot, serta Ketua Dewan Permukiman Israel di utara Tepi Barat, Yossi Dagan.

Peristiwa ini berlangsung di tengah eskalasi serangan Israel dan pemukim di berbagai wilayah Tepi Barat dan Al-Quds yang diduduki. Pada hari yang sama, pemukim membakar dua rumah warga Palestina di komunitas Badui Khallat Al-Sidra, wilayah Mikhmas, dekat Al-Quds.

Para pemukim menutup akses menuju kawasan tersebut dan kembali membakar salah satu rumah yang sebelumnya sempat dibakar dan direnovasi. Pasukan Israel juga mengusir relawan asing dari lokasi dengan alasan kawasan itu ditetapkan sebagai zona militer.

Sementara itu, pasukan Israel melakukan penggerebekan besar-besaran sejak dini hari di wilayah utara Tulkarem, menangkap puluhan warga Palestina, mengubah sejumlah rumah menjadi pos militer, serta menempatkan penembak jitu di atap rumah-rumah warga di sejumlah kawasan, termasuk di sekitar Al-Quds. Satu rumah dilaporkan dikosongkan paksa dalam operasi tersebut.

Sumber: Al Jazeera

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here