Sedikitnya tiga warga Palestina syahid akibat serangan Israel di Jalur Gaza, Kamis (29/1/2026), di tengah berlanjutnya tembakan artileri dan penghancuran bangunan di sejumlah wilayah. Informasi tersebut disampaikan sumber-sumber medis Palestina.
Seorang pemuda berusia 19 tahun dinyatakan syahid setelah ditembak di bagian dada oleh pasukan Israel di kawasan Sheikh Nasser, timur Khan Younis. Jenazah korban dilarikan ke Rumah Sakit Nasser.
Sumber lain menyebutkan seorang pria berusia 32 tahun juga syahid akibat tembakan pasukan Israel di kawasan Al-Barbakh, Jalan Palang Merah Internasional, Khan Younis, Gaza selatan.
Di wilayah tengah Gaza, seorang warga Palestina syahid dan lima lainnya terluka akibat serangan pesawat nirawak Israel di Kamp Pengungsi Al-Maghazi, di area yang berada di luar kendali militer Israel.
Militer Israel, dalam pernyataannya, mengklaim serangan tersebut menargetkan seorang anggota Hamas yang disebut sedang merencanakan serangan terhadap pasukan mereka di Gaza selatan.
Sementara itu, sumber-sumber lokal melaporkan pasukan Israel meledakkan sejumlah bangunan permukiman di Rafah dan terus melancarkan tembakan intensif dari kendaraan lapis baja serta pesawat tempur. Tembakan juga diarahkan ke wilayah timur Khan Younis, timur Kamp Al-Bureij, serta kawasan timur Kota Gaza.
Pusat Informasi Palestina mencatat, sejak diberlakukannya kesepakatan gencatan senjata pada 11 Oktober lalu, pasukan Israel telah membunuh sedikitnya 508 warga Palestina dan melukai 1.356 lainnya.
Palang Merah Terima dan Fasilitasi Penyerahan Jenazah
Di sisi lain, Kepala Misi Palang Merah di Gaza, Adrian Zimmerman, menegaskan pentingnya mempertahankan gencatan senjata dan membuka jalur masuk bantuan kemanusiaan. Ia menyebut pembukaan kembali Penyeberangan Rafah sebagai langkah krusial untuk memenuhi kebutuhan mendesak warga Gaza.
Komite Internasional Palang Merah (ICRC) juga mengonfirmasi telah memfasilitasi pemindahan jenazah 15 warga Palestina ke Gaza. Langkah ini dilakukan setelah penyerahan jenazah Ran Giveli, warga Israel terakhir yang ditahan di Gaza, awal pekan ini.
ICRC menyatakan proses tersebut merupakan bagian dari upaya panjang untuk menyatukan kembali keluarga korban dan mendukung pelaksanaan kesepakatan gencatan senjata.
Israel Akui Skala Korban
Untuk pertama kalinya, militer Israel mengakui estimasi Kementerian Kesehatan Gaza yang menyebut sekitar 70 ribu warga Palestina tewas selama perang. Harian Haaretz melaporkan, militer Israel menyatakan angka tersebut belum termasuk ribuan korban yang diduga masih tertimbun di bawah reruntuhan.
Sebelumnya, Israel sempat meragukan data korban dari otoritas kesehatan Gaza, meski angka tersebut telah dikonfirmasi oleh berbagai lembaga internasional.
Data terbaru Kementerian Kesehatan Gaza mencatat jumlah syahid Palestina mencapai 71.667 orang sejak 7 Oktober 2023, dengan 171.343 lainnya mengalami luka-luka.
Sumber: Al Jazeera










