Israel meresmikan permukiman baru bernama Yatsiv di dekat Bethlehem, selatan Tepi Barat yang diduduki, Senin (19/12026), sebuah langkah yang dinilai akan memutus kesinambungan geografis wilayah Palestina di kawasan tersebut.
Video yang beredar di media Israel memperlihatkan Menteri Keuangan Israel Bezalel Smotrich bersama Menteri Permukiman Orit Strook meresmikan permukiman itu dengan pemotongan pita. Peresmian dilakukan sekitar satu setengah bulan setelah pemerintah Israel menyetujui pembentukan sejumlah permukiman baru di Tepi Barat.
Situs Srugim, media yang dekat dengan kelompok sayap kanan Israel, menyebut permukiman Yatsiv sebagai penghubung strategis antara Har Homa (permukiman Israel di barat daya Al-Quds) dan Tekoa, permukiman di tenggara Bethlehem, yang berdekatan dengan kota Palestina Beit Sahour.
Sementara itu, situs kanan Israel Kipa menyatakan Yatsiv merupakan titik permukiman Yahudi terdekat dari Bethlehem. Keberadaannya disebut akan menciptakan koneksi geografis langsung antara bagian timur blok permukiman Gush Etzion dan Al-Quds, sehingga memperkuat kontrol Israel atas kawasan tersebut.
Menurut Kipa, permukiman Yatsiv dibangun di lokasi strategis yang dinilai krusial untuk memperluas kesinambungan permukiman dan memperkuat klaim keamanan Israel. Saat ini, sekitar 10 keluarga telah tinggal di kawasan tersebut.
Dalam peresmian itu, Smotrich secara terbuka menyatakan bahwa pendirian permukiman tersebut merupakan langkah “strategis, ideologis, dan politik tingkat tinggi.” Ia menegaskan kebijakan yang diusungnya bertujuan meniadakan gagasan negara Palestina sekaligus memperkuat dominasi Yahudi atas wilayah tersebut.
Sebelumnya, kabinet keamanan Israel telah menyetujui rencana pembangunan 19 permukiman baru di Tepi Barat. Kebijakan ini diperkirakan akan semakin meningkatkan ketegangan di wilayah Palestina yang diduduki.
Langkah Israel tersebut menuai kritik luas dari komunitas internasional. Ekspansi permukiman dinilai melanggar hukum internasional dan dikhawatirkan semakin mempersempit peluang solusi politik serta pendirian negara Palestina yang merdeka dan berdaulat.
Sumber: Al Jazeera dan media Israel










