Rumah sakit-rumah sakit di Gaza mengumumkan bahwa jumlah syuhada meningkat menjadi 10 orang akibat serangan udara tentara pendudukan Israel sejak fajar hari ini.

Secara khusus, Kompleks Medis Nasser di Khan Younis mengumumkan pada Jumat pagi bahwa lima orang syahid dan lebih dari sepuluh orang terluka akibat serangan udara yang menargetkan sebuah rumah di kota tersebut.

Serangan, Kelaparan, dan Negosiasi

Di awal hari ke-651 dari perang genosida di Jalur Gaza, tentara pendudukan Israel terus melakukan pembantaian terhadap para pengungsi dan warga yang kelaparan di wilayah yang terkepung ini.

Krisis kelaparan semakin memburuk di tengah blokade total yang diberlakukan tentara pendudukan terhadap lebih dari dua juta penduduk Gaza.

Pada Kamis kemarin, tentara pendudukan juga menyerang sebuah gereja di Kota Gaza, menyebabkan tiga orang syahid dan sekitar sepuluh lainnya terluka.

Serangan tersebut memicu kecaman dari Presiden Prancis Emmanuel Macron dan sejumlah pemimpin dunia lainnya.

Secara politik, negosiasi di Doha masih terus berlangsung. Gerakan Perlawanan Islam (Hamas) menegaskan bahwa mereka tidak akan menerima pemisahan wilayah mana pun dari Jalur Gaza, dan menolak keberadaan pendudukan di wilayah tersebut.

Sementara itu, media Amerika dan Israel melaporkan bahwa para mediator telah mengajukan proposal baru kepada Israel dan Hamas mengenai kemungkinan kesepakatan pertukaran tawanan dan gencatan senjata di Jalur Gaza.

Dalam waktu yang bersamaan, pembicaraan antara pejabat Qatar dan Amerika Serikat juga berlangsung guna mendorong proses negosiasi.

Sumber: Al Jazeera

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here