Pasukan Israel menembak mati dua warga Palestina dan melukai serta menangkap sejumlah lainnya dalam agresi yang berlanjut di Tepi Barat utara dan Al-Quds Timur. Israel juga mengerahkan tambahan tentara ke Tulkarm dan Jenin.
Seorang pria Palestina (41) gugur setelah ditembak polisi Israel di dekat Al-Izariya, Yerusalem Timur. Di Jenin, pasukan khusus Israel menyusup ke Deir Ghazala dan menembak dua warga Palestina di dalam mobil, melarang petugas medis memberikan pertolongan. Sejumlah warga, termasuk Raed Twalbeh dan keluarganya, ditangkap dalam serangan ini.
Di Qalqiliya, seorang pemuda Palestina, Bara Yusuf (19), gugur akibat tembakan Israel, dan jasadnya ditahan oleh pasukan Israel. Saksi mata melaporkan bahwa pasukan Israel mengepung sebuah rumah di distrik Naqqar, menembakkan peluru tajam serta rudal bahu, menyebabkan kehancuran dan jejak darah di lokasi.
Serangan Israel juga menyasar kamp pengungsi Balata di Nablus, Deir Ghassana, Birzeit, kamp Jalazone di Ramallah, serta berbagai wilayah di Qalqiliya dan Yerusalem. Sejak Senin malam, lebih dari 25 warga Palestina ditangkap, termasuk seorang wanita dan beberapa mantan tahanan.
Di Jenin dan Tulkarm, serangan telah berlangsung selama 64 hari berturut-turut, disertai penghancuran rumah, pengusiran warga, serta perampasan properti. Otoritas Palestina memperingatkan bahwa agresi ini merupakan bagian dari rencana pemerintah Netanyahu untuk mencaplok Tepi Barat, yang dapat mengubur solusi dua negara.
Sejak 7 Oktober 2023, Israel dan pemukimnya meningkatkan agresi di Tepi Barat, menyebabkan lebih dari 938 warga Palestina gugur, sekitar 7.000 terluka, dan 15.700 lainnya ditangkap. Di Gaza, dukungan penuh Amerika memungkinkan Israel melakukan genosida yang telah menewaskan lebih dari 163 ribu warga Palestina, termasuk perempuan dan anak-anak, serta meninggalkan 14 ribu orang hilang.