JALUR GAZA — Otoritas kesehatan di Jalur Gaza kembali merilis data pembaruan terkait dampak agresi militer Israel yang belum juga mereda. Dalam 24 jam terakhir, dilaporkan sebanyak 8 warga Palestina gugur sebagai syuhada dan 17 lainnya mengalami luka-luka akibat serangan yang menghantam sejumlah titik di wilayah kantong tersebut.

Dalam laporan statistik harian yang dirilis pada Rabu (8/7/2026), Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Gaza mencatat bahwa sejak pengumuman gencatan senjata yang sempat disepakati pada 10 Oktober lalu, jumlah korban jiwa justru terus merangkak naik.

Hingga hari ini, tercatat 1.084 orang gugur dan 3.491 orang mengalami luka-luka dalam periode tersebut. Sementara itu, tim penyelamat berhasil mengevakuasi 799 jenazah dari balik reruntuhan bangunan selama masa jeda kemanusiaan ini.

Angka Akumulatif yang Mengerikan Sejak Oktober 2023

Data kumulatif yang dihimpun sejak awal meletusnya agresi pada 7 Oktober 2023 menunjukkan skala kehancuran yang sangat masif di Gaza. Angka-angka ini bukan sekadar statistik, melainkan potret nyata tragedi kemanusiaan terbesar di abad ini:

  • Total Korban Jiwa (Syahid): 73.110 orang
  • Total Korban Luka-luka (Cedera): 173.599 orang

Tertahan di Bawah Puing-Puing Bangunan

Pihak Kemenkes Gaza kembali mengingatkan dunia internasional bahwa jumlah korban riil di lapangan diyakini jauh lebih besar dari data yang berhasil divalidasi oleh pihak rumah sakit.

Hingga detik ini, ribuan korban diperkirakan masih tertimbun di bawah reruntuhan beton gedung-gedung yang hancur atau tergeletak di jalur-jalur jalanan yang terisolasi.

Pihak medis mengakui, armada ambulans serta tim Pertahanan Sipil (Defense Combined/Rescue) masih lumpuh dan mengalami keterbatasan ruang gerak. Mereka sama sekali tidak memiliki kemampuan serta peralatan berat yang memadai untuk menjangkau titik-titik evakuasi tersebut akibat blokade dan ancaman keamanan yang terus mengintai. (Sumber: Palestinian Information Center)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here