GAZA — Gelombang serangan udara militer Israel kembali menghantam permukiman padat penduduk di Jalur Gaza tanpa peringatan. Dalam kurun waktu 24 jam terakhir, sedikitnya 13 warga Palestina syahid (sebagian besar di antaranya adalah anak-anak, wanita, dan lansia) sementara puluhan lainnya luka-luka.

Sumber medis di Rumah Sakit Al-Shifa Kota Gaza mengonfirmasi lima warga syahid, termasuk tiga anak-anak, setelah jet tempur Israel membom sebuah apartemen di Lingkungan Al-Sabra, sebelah selatan Kota Gaza.

Koresponden Al Jazeera, Ashraf Abu Amrah, melaporkan bahwa serangan mematikan di kawasan padat tersebut terjadi secara mendadak. Petugas penyelamat dan Pertahanan Sipil butuh waktu lebih dari setengah jam untuk memadamkan kobaran api yang membakar bangunan guna mengevakuasi jasad para korban dari reruntuhan.

Serangan dahsyat ini memicu kerusakan parah pada bangunan sekitar dan menimbulkan kepanikan luar biasa di kalangan warga sipil.

Darah Berceceran dari Utara hingga Selatan

Rangkaian serangan udara ini menambah daftar panjang korban sejak Senin kemarin, di mana 8 warga syahid dan lebih dari 20 orang terluka akibat gempuran yang tersebar dari wilayah utara hingga selatan Gaza:

  • Kem Jabalia (Gaza Utara): Tiga warga, termasuk dua wanita, gugur setelah jet tempur membom kawasan pemukiman.
  • Al-Mawasi, Khan Younis (Gaza Selatan): Koresponden Ghazi Al-Aloul melaporkan setidaknya empat warga tewas ketika rudal Israel menghantam sebuah kendaraan sipil. Korban luka dievakuasi ke RS Lapangan Inggris sebelum sebagian dirujuk ke rumah sakit lain akibat lonjakan pasien.
  • Jalan Salah al-Din (Gaza Tengah): RS Syuhada Al-Aqsa mengonfirmasi satu warga tewas akibat tembakan drone pengintai Israel yang menyasar sebuah sepeda motor.

Horor di Pusat Keramaian Jalan Al-Jalaa

Di tempat terpisah, serangan udara presisi menyasar sebuah mobil sipil di Jalan Al-Jalaa, Kota Gaza, salah satu perlintasan paling sibuk yang menghubungkan pusat kota dengan wilayah utara.

Koresponden Al Jazeera, Nour Khalid, melaporkan bahwa mobil tersebut hangus terbakar sepenuhnya di tengah lalu lalang warga. Jalan Al-Jalaa diketahui menjadi pusat aktivitas warga, tempat berdirinya tenda-tenda pengungsian, pertokoan, serta gudang distribusi bantuan pangan PBB (WFP).

Seorang saksi mata menuturkan detik-detik ledakan dahsyat di persimpangan jalan tersebut. “Ledakan terjadi sangat keras. Saat asap mulai terurai, korban-korban bergelimpangan di sekitar mobil yang terbakar hebat. Kami tidak bisa mendekat karena kobaran api sangat besar,” ujarnya.

Saksi mata dan tim medis menegaskan bahwa anak-anak dan wanita menjadi kelompok yang paling terdampak dalam serangan di Jalan Al-Jalaa tersebut. Para korban luka langsung dilarikan ke RS Al-Saraya milik Bulan Sabit Merah Palestina dan Kompleks Medis Al-Shifa.

Nour Khalid menambahkan bahwa gempuran bertubi-tubi ini kian memperpanjang daftar pelanggaran pasca-kesepakatan gencatan senjata. Tim medis di berbagai rumah sakit Gaza kini terus berjuang menyelamatkan para korban kritis di tengah krisis parah pasokan obat-obatan dan peralatan medis yang membelenggu fasilitas kesehatan di Gaza.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here